HASIL SARASEHAN PENGHAYAT KEPERCAYAAN SE KARISIDENAN SURAKARTA

•Mei 26, 2009 • Tinggalkan sebuah Komentar

HASIL DARI SARASEHAN PENGHAYAT YANG DI IKUTI SELURUH PENGHAYAT KEPERCAYAAN TERHADAP TUHAN YANG MAHA ESA

Tanggal Pelaksanaan 20 – 22 April 2009

Tim Dari Kulowarga Kapribaden yang ikut sarasehan:
1. Bapak Mulyono
2. Bapak Wagiman

Hasilnya Sebagai Berikut:

HASIL RUMUSAN SARASEHAN PENGHAYAT

Berdasarkan Pelaksanaan Sarasehan Penghayat Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang MAha Esa di Boyolali pada Tanggal 20 Sampai 22 April 2009. Kami Merumuskan Hal-hal Sebagai Berikut :
1. Pembinaan Penghayat kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha
Esa baik Tehnis maupun non-tehnis, bertujuan :
a. Tidak mengarah pada pembentukan agama baru
b. Mendukung terpeliharaanya kerukunan hidup
c. Mampu mewujudkan nilai-nilai Kepercayaan Thd Tuhan YME

2. Nilai-nilai luhur ajaran organisasi penghayat seperti halnya Budi Pekerti Luhur, Tindak Utomo, Sepi Ing Pamrih, Memayu Hayuning Bawana merupakan Ujung Tolak untuk memperkokoh Jati Diri Bangsa
3. Untuk Memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa, maka perlu :
a. Menanamkan nilai-nilai Nasional secara terus menerus
b. Mengelola, mengembangakan dan melestarikan adapt istiadat/tradisi yang berkembang di masyarakat
c. Menpotimalkan dan melestarikan nilai-nilai luhur budaya bangsa selanjutnya dari ke -3 (tiga) point ini akana terbentuk watak dan budi pekerti bangsa yang luhur
4. Untuk membentuk Pembangunan manusia seutuhnya ajaran budi pekerti di masukkan dalam kurikulum dari SD sampai Perguruan Tinggi, baik Negri Maupun Swasta.
5. Pemimpin Negeri/Swasta dari pusat sampai daerah harus benar-benar berpedoman Pancasila dan UUD 45 secara murni dan konsekwen

Tanda tangan

RITUAL Wilujengan Pambukaan nyuwun Gaib

•Februari 9, 2009 • Tinggalkan sebuah Komentar

Ugorampe kagem Wilujengan Pambukaan nyuwun Gaib(untuk Anggota baru)

Nyuwun Gaibipun Piyambak
1. Sekul Suci komplit
2. Sekul asahan komplit
3. Sekul golang komplit
4. Sekul Janganan Komplit
5. Sekul rendeng Komplit
6. Sekul Domas Lambaran dadar, tutup dados sekul punar
7. Sekul Nur cahyo, sekul punar di tumpeng diisi telor mateng di bungkus dadar cunduk kantil kuning
8. Sekul ngapuro : sekul gurih di conthong isi telur cunduk kanthil putih
9. Sekul inthuk-inthuk cunduk brambang lan lombok abang
10. Sekul robyong
11. pisang Rojo 2 (dua) tangkep
12. Ingkung jago (untuk permintaan ) apa saja
13. Sekar setaman warno 5
14. Jajan Pasar Komplit
15. Tumpeng gurih cundhuk kanthil
16. Tumpeng punar chunduk kanthil
17. Gecok bakal komplit
18. Jenang warno 5 (limo):putih,abang,kuning ,ireng,ijo (katul gulo klapa)
19. Dipasrahake dene kang wajib : disekseni dening para kadang nunggal roso lan kudu tapa (nglakoni) raga kudu resik (suci) supaya kasil kang dadi sedyane dewe-dewe.

MACAM – MACAM SESAJI

1. Sega Asahan
2. Sega Putri Domas
3. Sega Rendheng
4. Sega Nur Cahyo
5. Sega Saloka Domas (Moncar)
6. Sega Janganan
7. Sega Ngapura
8. Sega Robyong
9. Sega Golong
10. Sega Rasulan
11. Jajan Pasar
12. Jenang Abang, Putih, Ijo, Ireng, Katul
13. Gecok

Keterangan :

1. SEGA ASAHAN :sego-asahan

Sega jawa di wenehi :gereh, tempe goreng diiris di glepungi, cenggereng, krupuk, kebo siji (jerohan), di wenehi lawuhan di sudi, setiap macam2 sudi, isi : mihun,terik,sambel goring rambak,asem-asem,tahu,tempe
2. SEGA PUTRI DOMAS :

SEGO PUTRI DOMAS
Sega gurih di tumpeng di buntel endok dadaran, lawuhe janganan kacang panjang di ubengake, di tancepi kanthil kuning

3. SEGA RENDHENG
SEGO RENDHENG
Sega jawa diatasnya di beri sega liwet warna kuning, lawuhe goring-gorengan, terik tahu tempe,sambel goring cecek, timun,acar, tomat, krupuk urang

4. SEGA NUR CAHYO
sego-nur-cahyo1
Sega liwet kuning di lambari dadaran endok, ditutupi dadaran endok

5. SEGA SALOKA DOMAS ( MUNCAR)
Sego Saloka Domas (Muncar)
Sega jawa di tumpeng di ubengi gudangan cundukane brambang lombok merah endoke diiris dadi limo

6. SEGA JANGANAN
(untuk Foto : Sorry aja Lupa NGambil Gambarnya)

- Sega jawa isine janganan komplit

7. SEGA NGAPURA
SEGO NGAPURO
Sega liwet tumpeng, isine endok pitik jawa di godok, di lambari dadaran endok, di tancepi kembang kanthil kuning

8. SEGA ROBYONG
SEGO ROBYONG
Sega tumpeng jawa di tancepi terong, kacang panjang, lombok, brambang, lawuhe tempe di rajang-rajang

9. SEGA GOLONG
SEGO GOLONG
Sega dibunder cacahe 2 di dalam takir isi (9), jangan menir lawuhe asem2,acar santen, sambel goring cecek, terik tahu tempe, pecel pitik (ndas,pupu di suwiri), sambel kambit, kacang panjang di irisi

10. SEGA RASULAN
SEGO RASULAN
Sega liwet sak Waskom, dele,timun, lombok abang, uyah, ingkung, kembang setaman setakir, di tancepi kanthil putih

11. JAJAN PASAR
JAJAN PASAR
Gedang rojo setangkep dan jajanan yang terdapat di pasar antara lain : dondong, salak, jambu, blimbing, besusu, duku, tape, dll

12. JENANG ABANG, PUTIH, IRENG, KATUL, IJO
jenang-abangputihireng-ijo-katol
Tiap macam 1 takir kecil (1 lepek)

13. GECOK
gecok
Jenang abang putih, endok pithik, kluwak miri, iwak entah di santeni, kunir, gantil, mlati, kanthil, benang a 1 takir

Bagi Pembaca ingin tau makna-makna Kegitan Ritual dari Kaluarga Kapribaden bisa langsung di tanyakan kepada Bp. Tawar Susanto,dia sebagai Ketua Kulowarga Kapribaden Pusat Surakarta

Sarasehan Malem Selasa Kliwon

•Februari 12, 2008 • 5 Komentar

PAPARAN DARI PAGUYUBAN
KULOWARGO KAPRIBADEN SURAKARTA
DALAM ACARA SARASEHAN WARGA HPK KOTA SURAKARTA

PADA HARI SELASA KLIWON TANGGAL 11 FEBRUARI 2008
DI AULA KEJAKSAAN NEGERI SURAKARTA

Nuwun,
Yang terhormat, Bapak Ketua Kejaksaan Negeri Surakarta selaku Ketua Bakor Bakem Kota Surakarta.
Yang terhormat, Bapak-bapak dari instansi Pemda Surakarta selaku pembina Bakor Pakem Surakarta dan Bapak-bapak/ibu-ibu warga penghayat serta para hadirin yang kami hormati.
Selamat datang, selamat malam dan rahayu.
Bapak-bapak ibu-ibu para hadirin sekalian, sebelum kami menguraikan makalah ini, marilah kita selalu memanjatkan puji syukur kepada Tuhan Yang maha Esa yang telah memberikan Rochmad dan Hidayahnya sehingga pada malam hari ini kita bisa berkumpul, bertemu dalam sarasehan warga HPK Kota Surakarta di Aula Kejaksaan Negeri ini, Semoga Tuhan selalu memberkahinya, Amin.
Bapak-bapak ibu-ibu para hadirin sekalian, perkenankanlah dalam sarasehan ini Paguyuban Kulowargo Kapribaden Surakarta menyampaikan paparan tentang Pengenalan keberadaan Organisasi Paguyuban Kulowargo Kapribaden Surakarta dengan Uraian Sebagai Berikut :

I. Riwayat Organisasi

Ada Seorang yang bernama Eyang Mangun Tiyoso dari Paron Ngawi, beliau Orang Tuwa yang banyak di datangi oleh sanak kadang, beliau mempunyai sifat halus dan suka membimbing para kadang, yang menginginkan bimbingannya.
Beliau mendapat Ilham dari Tuhan Yang Maha Esa, yang merupakan suatu wewarah sebagai tuntunan hidup, yang dapat di kembangkan/ditularkan kepada siapa saja, untuk sanak saudara yang sekiranya membutuhkan, tetapi tidak boleh dengan rasa congkak,beber dan dleder.
Pada Tahun 1961 ada beberapa orang dari solo Antara Lain :
1. Bapak Marto Sadat (almarhum)
2. Bapak Anggoro (almarhum)
3. Bapak Winatadiharja (almarhum)
4. Bapak Sastro (almarhum)
5. Bapak Sukarjo, Premulung Jongke
Kelima sesepuh tersebut dengan niat yang kukuh minta bimbingan kepada Eyang Mangun Tiyoso Dari Desa Paron Ngawi, beliau berlima dengan tekun dan sabar sehingga dapat menguasai wewarah/tuntunan yang telah diberikan oleh Eyang Mangun Tiyoso.
Setelah beliau berlima selesai diberikan semua wewarahnya, diajak ke tengah-tengah sawah (jawanya Bulak), diberikan Paweling-paweling dari Eyang Mangun Tiyoso dan setelah selesai memberikan Paweling-Paweling, ada sebatang tangkai daun kelapa (Jawanya papah blarak) jatuh di tengah sawah dengan posisi berdiri, selanjutnya Eyang Mangun Tiyoso mendekati tangkai daun kelapa tersebut, lalu terbang musno (menghilang), kearah mana dan dimana keberadaannya sampai dengan sekarang tidak diketahui.
Selanjutnya kelima sesepuh diatas mengembangkan ajaran yang telah di terima dari eyang Mangun Tiyoso di kota Solo.
Pada tahun 1975 setelah Bapak KRMTH Soediharjo SH,MH masuk menjadi anggota perkumpulan mengikuti latihan-latihan, di bentuk dalam suatu lembaga yang di beri nama Paguyuban Kulowargo Kapribaden di lengkapi dengan Anggaran Dasar & Anggaran Rumah Tangga, Pengurus dan Logo Paguyuban.
Pada pembentukan Paguyuban ini Bapak KRMTH Soediharjo SH,MH diangkat sebagai Ketua Paguyuban.
Selama kepengurusan Bapak KRMTH Soediharjo SH, Paguyuban telah berkembang sampai Yogya, Sleman, Sragen, Semarang, Prambanan, Klaten. Oleh sebab ini Paguyuban Kulowargo Kapribaden di Solo sebagai Pusat dan yang lain di sebut cabang/perwakilan.
Paguyuban Kulowargo Kapribaden termasuk salah satu organisasi anggota Himpuna Penghayat Kepercayaan Kepada Tuhan Yang Maha Esa yang telah terdaftar di Bakor Pakem Surakarta No. Register : B.09/03.11/Dsp.5/10/2000 tanggal 28 Oktober 2000 di Kejaksaan Negeri Surakarta.

Sesepuh Paguyuban yang sampai sekarang masih sugeng :

1. Bapak Sukarjo (Premulung – Jongke) → beliau sejak dari Eyang Mangun Tiyoso.
2. Bapak Saino Bc HK (Mojosongo), beliau sekretaris kepengurusan Bapak Soediharjo SH.
3. Bapak Tawar Susanto (Kleco), beliau Pembantu Umum dalam kepengurusan.
Dengan Surutnya Pada Tahun 2006 Bapak KRMTH Soediharjo ,MH di adakan perubahan Pengurus.
4. Bapak Tawar Susanto dikukuhkan sebagai Ketua Umum sedang dua sesepuh diatas sebagai Sesepuh Paguyuban.

II. Arti kata Paguyuban dan arti lambang yang ada dalam logo Paguyuban

1. Arti kata dalam Paguyuban Kulowargo Kapribaden Pusat Surakarta.
 Paguyuban berarti perkumpulan,persatuan atau kerukunan
 Kulowargo berarti sanak kadang pengikut Paguyuban
 Kapribaden berarti sumber wewarah yang kita anut,kita olah dan kita hayati secara pribadi.
 Pusat Surakarta berarti tempat induk paguyuban berada di kota Surakarta, dan daerah-daerah dimana sudah ada warga yang menganut ilmu ini sebagai cabang atau perwakilan
Arti Lengkapnya adalah suatu paguyuban atau perkumpulan keluarga/sanak kadang yang Penghayat dan mengolah Ilmu Kapribaden

2. Arti Gambar/Lambang yang tertera dalam logo
 Bakor berwarna putih berarti wadah
Artinya : Tempat untuk menampung para warga yang menganut Kapribaden
 Bayangan Manusia Duduk berarti warga (sanak) yang mengikuti
Artinya : Penghayat Kapribaden yang harus selalu semedi/manembah/martabat kepada allah untuk kepentingan umum dan kemanusiaan.
 Obor berwarna merah berarti Pepadang
Artinya : Semedi dapat pepadang/petunjuk dalam kehidupan
 Sinar berwarna kuning emas berarti Pancaran Jiwa
Artinya : Dalam semedi/manembah/martabat harus betul-betul ning dan neng sehingga dapat memancarkan cahaya yang mewujudkan Cahaya Sejati atau Sukmo Sejati yang Sejatining Pribadi.
 Warna dan lambang mempunyai 4 warna yaitu: Hitam – Merah – Kuning – Putih yang melambangkan bahwa pribadi manusia mempunyai 4 saudara atau 4 anasir yang mempunyai arti dan watak sendiri – sendiri yaitu :

1) ALUAMAH dengan sifat warna HITAM berwatak pepenginan (nafsu) pangan.
2) AMARAH dengan sifat warna MERAH berwatak pepenginan (nafsu) kamurkan/marah.
3) SUPIAH dengan sifat warna KUNING berwatak pepenginan (nafsu) kemewahan.
4) MUTMAINAH dengan sifat warna PUTIH berwatak pepenginan (nafsu) welas asih atau tarak bronto.

III. Wewarah dari Paguyuban Kulowargo Kapribaden

Dengan telah dibentuk sebuah paguyuban dalam suatu wadah, maka dapat mempersatukan pendapat yang merasa dirinya menjadi satu Kepercayaan dan rasa, yaitu Manunggaling Raos Kapribaden.
Paguyuban Kulowargo Kapribaden terbentuk bukanlah merupakan suatu agama ataupun dibawah naungan suatu agama ataupun politik, oleh sebab itu setiap orang, baik dari agama, politik atau kepercayaan apapun boleh masuk menjadi anggota, apabila menghendakinya.
Paguyuban Kulowargo Kapribaden tidak bertujuan untuk mencari keduniaan semata, tetapi untuk mencapai kasampurnaning Pribadi (Keseimbangan lahir & batin/dunia akherat)
Wewarah/tuntunan yang diberikan bukanlah suatu ilmu yang cukup dipelajari tetapi ilmu yang harus dilaksanakan, di hayati, dilatih secara pribadi untuk dapat mencapai kesempurnaan.Yang dapat diartikan ilmu tinemune nganggo laku.
Untuk Pawitan/Syarat masuk paguyuban :
1. Harus Percaya diri pribadi.
2. Harus Percaya pada Tuhan Yang Maha Esa.
3. Harus Percaya Kepada Sukmo Sejati
Wewarah yang di berikan tidak hanya secara Kapribaden adalah untuk memcapai kasampurnaan tetapi secara umum adalah untuk dapat Hamemayu Hayuning Bawono,sehingga kita dapat hidup rukun dan ada persatuan, perdamaian, sejahtera lahir batin.
Di Negara Indonesia yang gemah ripah loh jinawi ini, hidup dalam wadah NKRI seutuhnya, hidup rukun, gotong royong, bersatu hidup sejahtera lahir batin berdasarkan Pancasila dan Undang-undang Dasar 45 dengan semboyan Crah agawe Bubrah rukun agawe sentosa.
Demikian apa yang dapat kami sajikan dalam sarasehan ini, dalam mengenali keberadaan Paguyuban Kulowargo Kapribaden Surakarta.
Selanjutnya apabila ada kekurangan ataupun kesalahan mohon maaf dan mohon saran yang bersifat membangun, untuk meningkatkan penghayatan diwaktu mendatang.
Sekian dan terima kasih
Rahayu

Surakarta, 11 Februari 2008

Ketua
Paguyuban Kulowargo Kapribaden
Surakarta

(Tawar Susanto)

BLOG TERKAIT

•Desember 29, 2007 • Tinggalkan sebuah Komentar

Anggaran Dasar Paguyuban Kulowarga Kapribaden

•Nopember 29, 2007 • Tinggalkan sebuah Komentar

ANGGARAN DASAR

PAGUYUBAN KULOWARGA KAPRIBADEN

 
 

PASAL I

NAMA TEMPAT DAN TANGGAL BERDIRI

  1. Perkumpulan ini bernama : PAGUYUBAN KULOWARGA KAPRIBADEN.

2. Paguyuban ini berkedudukan dan berpusat di SURAKARTA, dan didirikan untuk waktu yang tidak terbatas.

PASAL II

ASAS, DASAR DAN TUJUAN

1. Paguyuban ini berdasarkan atas dasar KAPRIBADEN dan berasaskan KEKELUARGAAN.

2. Mempererat tali persaudaraan / kekeluargaan.

3. Tolong menolong antara anggota Paguyuban, dan kepada orang yang dianggap perlu.

4. Menyelesaikan persoalan-persoalan yang didasarkan atas kerukunan kekeluargaan.

5. Paguyuban ini tidak membeda-bedakan golongan, agama, kepercayaan,pangkat, derajat dan semad,serta tidak beraliran politik apapun.

6. Paguyuban ini harus taat dan tuduk pada peraturan dan politik pemerintah.

7. Paguyuban ini turut serta mengadakan usaha-usaha sosial tanpa mengharapkan balas jasa dari seseorang.

PASAL III

USAHA

Untuk mencapai tujuan ini di lakukan usaha-usaha dengan cara sebagai berikut :

  1. Mengadakan pertemuan-pertemuan.
  2. Mengadakan kunjungan-kunjungan keluarga.
  3. Menerbitkan berita-berita Paguyuban.
  4. Mengadakan usaha-usaha kerjasama dengan badan-badan lain yang bersifat sosial yang syah.

PASAL IV

KEANGGOTAAN

Yang dapat diterima menjadi anggota Paguyuban ini adalah semua orang yang telah di syahkan berdasarkansyarat-syarat penerimaan.

PASAL V

KEUANGAN

Paguyuban ini mempunyai kekayaan dan pendapatan yang berupa :

  1. Uang pangkal.
  2. Uang Iuran.
  3. Bantuan suka rela.
  4. Usaha-usaha lain yang dianggap syah.

PASAL VI

PENGURUS

Paguyuban ini di pimpin oleh pengurus yang terdiri dari anggota yang telah syah menjadi anggota warga Paguyuban, sedang susunannya akan di atur dalam Anggaran Rumah Tangga.

Di tiap-tiap kota/daerah yang telah banyak anggota, dapat di bentuk Pengurus cabang.

PASAL VII

PERTEMUAN

  1. Pertemuan anggota diadakan sekurang-kurangnya 1 (satu) tahun sekali.
  2. Pertemuan Pengurus diadakan sekurang-kurangnya 6 (enam) bulan sekali.

PASAL VIII

PERUBAHAN ANGGARAN DASAR

  1. Anggaran Dasar ini dapat dianggap syah setelah disyahkan oleh rapat Anggota/Perwakilan.
  2. Perubahan Anggaran Dasar harusp disyahkan rapat Anggota/Perwakilan.

PASAL IX

PEMBUBARAN

  1. Apa bila di pandang perlu, atau karena sesuatu hal yang mendesak dan memaksa, maka Paguyuban ini bisa di bubarkan oleh sekurang-kurangnya separo dari anggota yang syah, dengan suara sekurang-kurangnya 2/3 anggota yang hadir.
  2. Apa bila rapat pertama tidak memenuhi syarat, maka pada rapat kedua diadakan dengan tidak usah memenuhi korum,dianggap syah, dengan suara sekurang-kurangnya 2/3 anggota yang hadir.
  3. Apa bila Paguyuban ini di bubarkan secara syah, maka semua kekayaan dari Paguyuban ini harus di serahkan kepada Badan Sosial yang dipandang perlu, yang mendapatkan perlindungan hukum dari Pemerintah syah.

PASAL X

PELANGGARAN

Anggota-anggota Paguyuban Kulowarga Kapribaden bisa di pecat dari keanggotaan Paguyuban berdasarkan hal-hal sebagai berikut :

  1. Mencemarkan nama baik Paguyuban.
  2. Tidak mentaati peraturan-peraturan Paguyuban.
  3. Melakukan tindakan-tindakan yang merugikan dan yang bertentangan dengan norma-norma/peraturan-peraturan Paguyuban.

PASAL XI

PENUTUP

Segala sesuatu yang belum jelas, dan belum diatur dalam Anggaran Dasar ini, akan diatur dalam Anggaran Rumah Tangga.

Hal-hal yang belum diatur dalam Anggaran Rumah Tangga akan diatur dalam peraturan khusus.

Di tetapkan dan disyahkan oleh rapat Anggota.

Di Surakarta pada hari Minggu Paing.

Tanggal : 31 Agustus 1975

Sekretaris Ketua

SAINO Bc. HK SOEDIHARDJO SH

Penjelasan Umum Paguyuban Kulowarga Kapribaden Surakarta

•Nopember 26, 2007 • 7 Komentar

PENJELASAN UMUM

 

Sebagai mana diketahui bahwa ilmu KAPRIBADEN yang bersumber pada “ SEJATINING PRIBADI” sudah meluas di hayati oleh orang-orang di seluruh daerah kepulauan Indonesia, bahkan sampai ke luar Indonesia. Tidak hanya bangsa Indonesia asli saja yang mempelajari ilmu “ KAPRIBADEN” tetapai juga orang-orang Tionghoa dan Belanda banyak yang mempelajari ilmu ini, bahkan sudah ada sebagian yang sudah dapat mencapai sempurna.

Sekalipun ilmu “KAPRIBADEN” ini di hayati dan di pelajari oleh beribu-ribu orang, tetapi ternyata sampai saat ini masih belum ada kesatuan atau keseragaman gerak tata cara patrap berlatih semedi maupun tata gerak martabat. Bahkan masih terasa belum adanya suatu petunjuk atau tuntunan-tuntunan maupun metode-metode yang praktis bagaimana mempercepat atau memperlancar PARING PANGANDIKANE SEDULUR(istilah khusus) atau dapat cepatnya bisa bertemu dan wawancara (pangandikan) dengan Sejatining Pribadi atau Guru sejati.

            Sebab, tujuan pokok dari Ilmu Kapribaden ini adalah bagaimana kita bisa bertemu dan Pangadikan langsung dengan Sejatining Pribadi atau Guru Sejati untuk mencapai Kasampurnan

 

WADAH :

 

Melihat Kenyataan bahwa masih belum adanya suatu metode tersebut diatas, yang sangat menghambat kemajuan dan kesempurnaanya ilmu Kapribaden ini, maka di pandang perlu adanya suatu organisasi atau wadah yang bisa menampung dan melakukan pengamatan dan penelitian “Kapribaden” ini sampai sesempurna mungkin,(research) secara ilmiah untuk kesempurnaan ilmu dan bisa menemukan suatu metode yang praktis – mudah – meyakinkan.

Lebih adanya suatu kenyataan bahwa dari sekian banyak penganut-penganut ilmu “Kapribaden” yang tersebar di seluruh kepulauan Indonesia ini, masih belum saling mengenal satu dengan yang lain, dan belum pernah saling bertemu satu sama yang lain sehingga berakibat sangat sulit untuk dapat di ketahui, sampai, sampai seberapa banyak para penganut ilmu “Kapribaden” ini, sampai dimana pemanfaatan ilmu ini untuk kepentingan masyarakat dan kemanusiaan.

Hal ini adalah di sebabkan karena “Belum adanya suatu wadah” yang mampu menampung para penganut-penganut tersebut.

Karena itu pada saat ini sangat di pandang perlu segera adanya dan terwujudnya wadah tersebut. Diatas, demi menampung segala kepentingan warga kapribaden, dan demi berkembangnya atau kelanjutan hidupnya ilmu “Kapribaden” ini sampai sesempurna-sesempurnanya.

Sedang bagaimana bentuk dan sifat dari wadah ini adalah terserah kepada para warga/penganut ilmu Kapribaden itu sendiri. Apakah berbentuk Paguyuban atau Persatuan Keluarga, Perserikatan, ini adalah bukan suatu prinsip, Yang penting kita harus segera membuat suatu wadah -  kita berkumpul di suatu wadah ini. Kita bersatu dan rukun untuk bersama-sama mengolah ilmu Kapribaden menuju Kasampurnaan .Dengan persatuan yang kokoh dan dengan kerukunan  yang abadi, dengan semboyan crah agawe bubrah rukun agawe santosa maka kita harus memberanikan diri membentuk suatu wadah untuk kita masuki – kita tempati – kita hormati – kita jaga dan kita bina bersama-sama.

 

 

NAMA TEMPAT DAN SIFAT ORGANISASI

 

Nama dari Organisasi ini di sesuaikan dengan jiwa dari ilmu yang kita anut, dan merupakan suatu wadah yang bisa menampung kepentingan dan kerukunan warganya. Oleh karena itu di ambillah suatu nama “PAGUYUBAN” yang lengkapnya nama ini adalah ”PAGUYUBAN KULOWARGA KAPRIBADEN”.

 

Paguyuban berarti         : Persatuan dan kerukunan

Kulowarga berarti         : Sanak kadang

Kapribaden berarti       : Ilmu yang kita anut kita olah dan kita hayati

 

Arti lengkapnya adalah sebagai berikut : Suatu paguyuban atau perkumpulan keluarga/warga/sanak kadang yang menganut dan mengolah ilmu Kapribaden. Pusat paguyuban ini adalah di kota Surakarta, sedang di daerah-daerah dimana sudah ada warga yang menganut ilmu ini bisa di bentuk suatu cabang atau perwakilan.

Apa sebab Paguyuban ini di tetapkan di Surakarta, karena di sesuaikan dengan histori dari Ilmu ini yang bersumber dan berpusat di Surakarta, sehingga kita akan selalu berkeblat kepada SUMBERNYA, yaitu suatu sumber ilmu Kapribaden yang menjadi pancaran dari ilmu ini.

Organisasi ini bersifat = KHUSUS = dan terbuka untuk umum – khusus yang berarti hanya berusaha dan berkecimpung dalam Olah Raos dan kerukunan warga saja.

Organisasi ini adalah bukan organisasi Perguruan (Paguron) Organisasi ini adalah bukan organisasi ilmu klenik, dan bukan Padukunan.

Organisasi ini adalah bukan Ilmu mujijatan.

Organisasi ini adalah bukan organisasi Politik.

Tetapi adalah suatu Organisasi yang mempunyai sifat Raos Kapribaden dan bertujuan Ngudi Kasampurnan.

Adapun arti Kapribaden adalah :

  1. Percaya pada diri sendiri.
  2. Weruh lan mangerti sedulure pribadi, lan sejatine pribadi.
  3. Berjiwa dan bermental baik – jujur dan iklas beramal kebaikan.
  4. Bermartabat yang baik, tindak tanduk yang baik, mau menolong sesama umat, sepi ing pamrih dan mau mendarmakan ilmunya untuk kepentingan masyarakat dan kemanusiaan.
  5. Mau menghormati dan menghargai orang lain dan tidak berwatak Kumingsun.

 

Kasampurnan berarti :

Sampurnaning ilmu dan bisa menghayati ilmu ini sebaik-baiknya.

Sampurnaning Ilmu adalah :

Yang bisa menghayati ilmu itu dengan sempurna dan mau mengamalkan ilmunya dengan tulus dan ikhlas untuk kepentingan kemanusiaan tapi harus sepi ing pamrih.

 

TUJUAN

 

Paguyuban ini bertujuan untuk mempersatukan dan merukunkan para warganya dan memberi wadah para warga penganut ilmu Kapribaden yang berintikan :

  1. Persatuan dan Kesatuan.
  2. Kerukunan lebih mempererat persaudaraan.
  3. Gotong royong – tolong – menolong.
  4. Menjaga / meneruskan / meningkatkan ajaran-ajaran ilmu Kapribaden.
  5. Menyempurnakan cara-cara latihan, menyeragamkan tata cara patrap semedi martabat dan latihan-latihan demi kelangsungan hidup dan sempurnannya ilmu Kapribaden.
  6. Mengadakan penelitian lahir dan batin(raos) demi sempurnanya ilmu Kapribaden ini – dan mencari akibat dan sebab-sebab apa, ada yang lancar – ada yang macet – ada yang bisa tetapi lama waktunya, dapatnya pangandikan dengan pribadinya masing-masing (Sejatining Pribadi).Sekalipun masih harus pangandikan melalui pengasuh-pengasuhnya (4 anasir didalam badan)lebih dahulu.

 

KEANGGOTAAN

 

Anggota dari Paguyuban ini adalah terutama terdiri dari siapa saja yang sudah dan sedang menghayati atau mempelajari ilmu Kapribaden.

Berarti semua orang dengan tidak memandang bangsa – agama – golongan – tingkat – pangkat, yang mau dan setuju dengan ilmu Kapribaden ini bisa diterima menjadi anggota Paguyuban.

Kalau toh ada orang yang masih belum mengenal dan masih belum mempelajari ilmu Kapribaden ini, ingin masuk menjadi anggota Paguyuban, asal saja dengan ikhlas dengan itikat baik dan dengan keyakinan menyetujui adanya Paguyuban ini, termasuk menyetujui AD (Anggaran Dasar) dan ART. (Anggaran Rumah Tangga), bisa diterima dangan baik menjadi anggota.

Lebih tegasnya dijelaskan disini bahwa dengan tidak membedakan bangsa – agama – derajat – pangkat – semat, semua orang yang sehat fikirannya dapat diterima masuk menjadi anggota Paguyuban Kulowarga Kapribaden ini.

 

USAHA-USAHA/PEMBINAAN

 

Untuk menjaga dan membina kesuburan hidupnya Paguyuban ini, kita laksanakan usaha-usaha sebagai berikut :

  1. Sering diadakan sarasehan-sarasehan / musyawarah-musyawarah dan ceramah-ceramah ilmu Kapribaden.
  2. Meningkatkan latihan-latihan bersama untuk mengolah ilmu Kapribaden.
  3. Kunjung mengunjung sesama anggota.
  4. Tolong-menolong sesama anggota lahir dan batin.
  5. Menambah kunci-kunci ilmu “Kapribaden”.
  6.  Mengadakan usaha-usaha yang bersifat sosial.

 

PENUTUP

 

Dengan uraian-uraian dan penjelasan-penjelasan tersebut diatas,jelaslah kiranya tentang maksud dibentuknya wadah yang diberi nama : PAGUYUBAN KULOWARGA KAPRIBADEN ini, untuk dapat diketahui dan di fahami sebaik-baiknya agar cara kita menelaah Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga ini bisa mantap dan meyakinkan, demi suksesnya Paguyuban dan demi berkembangnya ilmu”Kapribaden” yang kita anut untuk menuju ”KASAMPURNAN”.

Sehingga dengan hati yang sreg – dengan perasaan puas – dan dengan pengertian yang mantap dan jelas, dengan penuh kesadaran dan keyakinan, tidak ada rasa was-was, kita bersama-sama membuat suatu wadah untuk kita masuki dan kita bina bersama dengan bersemboyan :

”BERSATU KITA TEGUH, BERCERAI KITA RUNTUH”.CRAH AGAWE BUBRAH, RUKUN AGAWE SANTOSA.

 

 

 

        Surakarta, 31 Agustus 1975

                   Penyusun

 

 

               ( SOEDARSO )

                     Ketua II

Surat Pengantar

•Nopember 26, 2007 • Tinggalkan sebuah Komentar

PAGUYUBAN KULOWARGO KAPRIBADEN

PUSAT – SURAKARTA

Jl. Slamet Riyadi No. 622 B, Jajar – Surakarta.57144, Telp. 0271 721980

Web :www.kulowargokapribaden.multiply.com.

Email:kulowargokapribaden@gmail.com

 

 

 

SURAT PENGANTAR

Nomor :

 

 

 

 

NO

ISI SURAT

BANYAK

KETERANGAN

1.

Daftar Pengurus Paguyuban Kulowargo Kapribaden Pusat Surakarta

 

1 bendel

Di kirm dengan hormat untuk menjadikan periksa

 

 

 

                      Surakarta,…………………….

 

 

Ketua

 

( Tawar Susanto )

Surat Keputusan Paguyuban Kulowarga Kapribaden Solo

•Nopember 26, 2007 • Tinggalkan sebuah Komentar

PAGUYUBAN KULOWARGO KAPRIBADEN

PUSAT – SURAKARTA

Jl. Slamet Riyadi No. 622 B, Jajar – Surakarta.57144, Telp. 0271 721980

Web :www.kulowargokapribaden.multiply.com.

Email:kulowargokapribaden@gmail.com

 

SURAT KEPUTUSAN PAGUYUBAN KULOWARGA KAPRIBADEN

PUSAT – SURAKARTA

Nomor : 1 Tahun 2007

Tentang

SUSUNAN PENGURUS PAGUYUBAN KULOWARGA KAPRIBADEN

PUSAT – SURAKARTA

PERIODE TAHUN 2007 – 2009

Dengan rahmad Tuhan Yang Maha Esa, Ketua Formatur Paguyuban Kulowarga Kapribaden  Pusat – Surakarta.

Menimbang    :

A.    Bahwa Jabatan Pengurus Paguyuban Kulowargo Kapribaden Pusat –  Surakarta Periode 2005 – 2007 telah habis masa jabatannya.

B.    Bahwa untuk keperluan di atas perlu diadakan penunjukan Sususnan  Pengurus Baru Periode Th. 2007 – Th. 2009.

MEMUTUSKAN

Menetapkan   :

1.            Perubahan Susunan Pengurus Paguyuban Kulowargo Kapribaden Pusat – Surakarta

Periode Th. 2007 -   2009.

2.            Keputusan ini berlaku mulai sejak ditetapkan sampai dengan bulan Nopember 2009.

3.            Apabila dikemudian hari ada kesalahan akan diadakan pembetulan seperlunya.

 

Ditetapkan        : di Surakarta

                                                                        Pada Tanggal    : 2 Nopember 2007

KETUA FORMATUR

                                                                                                           

 

 ( SUKARJO )

SUSUNAN PENGURUS PAGUYUBAN KULOWARGA KAPRIBADEN

•Nopember 26, 2007 • Tinggalkan sebuah Komentar

PAGUYUBAN KULOWARGO KAPRIBADEN

PUSAT – SURAKARTA

Jl. Slamet Riyadi No. 622 B, Jajar – Surakarta.57144, Telp. 0271 721980

web : www.kulowargokapribaden.multiply.com.

Email: kulowargokapribaden@gmail.com

 

 I.         Ketua               : Ketua Umum                                      :  Bp.Tawar Susanto

                         Ketua I (Bidang Organisasi )                :  Ny. Sarjono, SH.

                                     Ketua II ( Bidang Kerohanian )            :  Bp. Rohmad.

 II         Sekretaris         : Sekretaris I                                         : Bp. Yatimin, SH.

                        : Sekretaris II                                        : Bp. Agus Wahyono.

 III.      Bendahara        : Bendahara I                                        : Ny. Mulyono.

                        Bendahara II                                        : Ny. Rahmad.

 IV.      Seksi-seksi       :

1. Perlengkapan/Inventaris                                            :1. Ny. Dra. Nur Kadarwati.

                                                                                    : 2. Ny. Sunardi.

2. Peribadatan/Pengembangan/Peningkatan

   Ritual                                                             : 1. Bp. Suyatmin.

                                                                                    : 2. Bp. Suparno

                                                                                    : 3. Bp. Drs Sugiyatmo 

3. Humas                                                                      : 1. Bp. Mulyono

                                                                                      2. Bp. Wagiman.

4. Arisan                                                                      : 1. Ibu Mulyono.

                                                                                      2. Ibu Sriyono.

5. Pemuda/ Wanita                                                       : 1. Bp. Suparno

                                                                                      2. Bp. Firdaus.

                                                                                      3. Ibu Suparmin-Yatimin.

                                                                                      4. Ibu Rohmad.

            6. Pembantu Umum                                                      : 1. Bp. Kartono.

                                                                                      2. Bp. Sarwono.

                                                                                      3. Bp. Sunardi

7. Sosial                                                                       : 1. Bp. Sriyono.

                                                                                      2. Ibu Sukarno.

                                                                                      3. Ibu Mursidi.

8. Dewan Penasehat /   Sesepuh                                   : 1. Bp. Sukarjo.

                                                                                      2. Bp. H.Saino Bc Hk

                                                                                      3. Bp. F. Y. Han Lie.

                                                                                      4. Bp. Sukarno.

 

                                                                        Ditetapkan        :  Surakarta

                                                                        Pada Tanggal    :  2 Nopember 2007

 

                                    KETUA  FORMATUR

 

 

                                                                                                 

                                                                                   

                                                                            ( SUKARDJO )

Wewarah dari saudara sepuh Bp. Anggoro

•Nopember 24, 2007 • 2 Komentar

WEWARAH / ULAR-ULAR

 

Bab-bab . Lampah-lampahipun tiyang mangudi “KAPRIBADI” puniko mekaten :

 

  1. Kedah wonten sederek ingkan nuntun, kedah wonten ingkang mernah-mernahaken lan kedah   dipun sukani semerep, kados pundi cara-caranipun, kados pundi patrap-patrapipun lan kados pundi kunci-kuncinipun.
  2. Ingkan dipun wastani kunci inggih puniko, sarana lan patrap kados pundi supados sagetipun pinanggih lan pangandikan kaliyan SEJATINING PRIBADI utawi SEJATINING GURU ingkang wonten ing guwo garba panjenengan piyambak.Senajan anggen panjenengan bahde saget pangadikan kaliyan SEJATINING GURU puniko, kedah sarang pangadikan langkung rumiyin dating sederek panjenengan 4 perkawis.(Anasir salebeting badan)ingkang dipun wastani pengasuh 4 ingkang gadah watak lan warni piyambak-piyambak.
  3. Wondeni nami-nami lan watak-watak ing sederek sekawan puniko kados mekaten: jroning badan puniko wonten prabot-prabot ingkang ginaaken ponco idro inggih puniko :

NO

NAMI ISLAM

NAMI KAPRIBADEN

DUNUNGIPUN

RUPI

PANCO INDRO

1

ALUAMAH

Nafsu pepenginan pangan

Manuraga

Watak

Ireng

TUTUK

2

AMARAH

Nafsu pepenginan kamurkan

Maradewa

Amperu

Abrit

KARNA

3

SUPIYAH

Nafsu pepenginan barang-barang kadonyan

Manoragada

Limpa

Kuning

NETRA

 

MUTMAINAH

Nafsu dhateng Welas Asih/tarak brata

Manarawa

Balung

Putih

GRANA

 

Kados ingkang kasebat ing daftar nginggil puniko nami watak lan panggenan saha wujud lan panca indranipun sadherek panjenengan 4 cacahipun ingkang badhe dados pengasuh pribadi panjenengan. Menawi panjenengan sampun lulut lan kulino,saged pangankan dateng sadherek panjenengan sekawan , lajeng dipun paringi wewarah-wewarah, piwulang-piwulang ingkang tumuju dhateng kasaenan lan kasampurnaan.Semanten ugi menawi panjenengan sampun pikantuk piwulang kathah-kathah saking saderek panjenengan sekawan cacahipun kasebat ing nginggil gantos-gumanthos, nembe panjenengan badhe pinanggih lan saget pangandikan dateng SEJATINING PRIBADI utawi SEJATINING GURU.

Guru sejati puniko ingkang badhe paring piwulang-piwulang dhateng panjenengan ingkan mboten owah gingsir. Inggih piwulang bab kasampurnaan lan kapribaden. Sampurnaning urip, Sapurnaning pati lan Sampurnaning Raos Kapribaden, lan sanes-sanes piwulang ingkang tumuju dhateng kasaenan lan kamanusiaan. Pramilo ingkang jejer dados GURU inggih panjenengan piyambak inggih puniko GURU SEJATI ingkang wonten guwagarba panjenengan.Wondene saderek utawi tiyang ingkan nuntun lan ingkang nedah-nedah aken cara-cara lan kunci-kunci badhe pangandikan kaliyan sedherek 4 lan Sejatining Guru kados kasebat ing nginggil puniko mboten kenging dipun anggep utawi dipun sebat GURU, WIKU utawi PANDITA, Nanging naming jejer Saderek sepuh.utawi sesepuh.sebab saderek utawi tiayang puniko ingkang mangertosi kunci-kunci dan patrap-patrapipun Kapribadenkala wau., Pramilo wajig dipin sebab Sesepuh, Nanging sanes guru.

  1. Pawitane tiyang badhe ngudi KAPRIBADEN puniko :
    1. Kedhah pitados dhateng diri pribadi
    2. Kedhah pitados dhateng ingkang murbeng jagad
    3. Kedah pitados dhateng sukmo sejati

Kanti sangu kapribaden tigang  perkawis kasebat ing nginggil, lan dipun lambari sabar, tawakal, temen lan mantep, panjenengan tente badhe enggal saged kadunungan punapa ingkang dados tujuan lan panggayuh, inggih puniko saged mangerteni lan saged pangandikan dhateng “SUKMO SEJATI” utawi “ GURU SEJATI”.

  1. Menawi panjenegan sampun saged pangandikan dating Sejatining Guru, panjengan mboten kengen salin slaga, kumingsun lan ngedel-endelake dhateng kapribaden panjengan puniko. Semanten ugi panjenengan kedah nilarake dhateng sifat-sifat lan watak-watak :
    1. pamer
    2. bener
    3. dleder

Malah panjenengan kedah soyo temen lan tumemen ngudi amrih sampurnaning Kapribaden Panjenengan, panjenengan kedah purun kanthi iklas ngamalaken kawruh kapribaden panjenegan kange kepentingan kemanusiaan, sepi ing pamrih lan mboten kenging nedha imbalan jasa awujud punopo kemawon.

Wewarahing Gaib ingkang alelantaran Guru sejati utawi Sukmo Sejati mboten kenging kangge makarti ingkang gadah tujuan awon, jahat, lelemeran, ugal-ugalan, coban-coban lan brangasan, nanging kedah kangge makarti ingkang gadah tujuan dhateng kebecikan, kaluhuran, karahayon, keslametan, kesucian,kesudarman lan kamanungsan, kangge anyengkuyung adeg jejeging Pemerintah lan Negari Republik Indonesia, tumusipun dhateng HAMEMAYU HAYUNG JAGAD.

Gandhengipun dhateng adeging wadhah Paguyuban Kulowargo Kapribaden puniko kulo saget nayogyani lan mangayubagyo, sebab kanti wontenipun wadhah kulowargo kapribaden puniko ateges bilih panjenengan sadoyo para penaganut kawruh Kapribaden badhe sak iyek sakeko kapti mlebet dateng satunggaling wadah kanti tujuan : Kerukunan lan Persatuan.

Ingkang ateges rukun lan bersatu, ngudi sampurnaning Kapribaden lan sesarengan ngamalaken kawruh kapribaden puniko kangge kepentingan nusa lan bangsa, masyarakat lan Pemerintah Republik Indonesia, menuju dhateng Hidup Rukun Gotong Royong – Gemah Ripah Loh Jinawi

 

Nuwun

 

Solo, tanggal 31 Agustus 1975

Pangayoman,

 

 

(ANGGORO)