MARTABAT/MANEMBAH

•April 13, 2011 • 2 Komentar

di bawah ini adalah makalah yang telah di sampaikan Paguyuban Kapribaden dalam acara rutin Pertemuan Penghayat di Keraton Surakarta pada bulan Lalu,….maaf aja petugasnya baru eror and bandwitnya juga lebih parah lagi,……..

PAPARAN DARI PAGUYUBAN
KULOWARGA KAPRIBADEN SURAKARTA
DALAM ACARA SARASEHAN WARGA HPK KOTA SURAKARTA
PADA HARI SENIN WAGE MALAM SELAS KLIWON TANGGAL 7 MARET 2011
DI BANGSAL SMARAKATA KERATON SURAKARTA HADININGRAT

PENDAHULUAN

RAHAYU,
Yang terhormat, Bapak Ketua Kejaksaan Negeri Surakarta selaku Ketua Bakor Pakem Kota Surakarta.
Yang terhormat Pengageng sasana Wilapa Keraton Surakarta Hadiningrat Dra. Gusti Kanjeng Ratu Koes Murtiyah Wandansari, M.Pd yang kami hormati dan kami mulyakan.
Yang terhormat kepada Bapak Pimpinan HPK Surakarta
Yang terhormat, Bapak-bapak dari instansi Pemda Surakarta selaku pembina Bakor Pakem Surakarta dan
Yang terhormat Para sesepuh dan Pinisepuh para Penghayat serta para Kadang sepuh yang kami cintai, serta para hadirin yang kami hormati.

Selamat datang, selamat malam dan rahayu.

Bapak-bapak ibu-ibu para hadirin sekalian, sebelum kami memulai pemaparan makalah ini, marilah kita selalu memanjatkan puji syukur kepada Tuhan Yang maha Esa yang telah memberikan Rahmad dan Hidayahnya sehingga pada malam hari ini kita bisa berkumpul, bertemu dalam sarasehan warga HPK Kota Surakarta di Bangsal Smarakata Keraton Surakarta Hadiningrat, Semoga Tuhan selalu memberkahiNYA, Amin.
Bapak-bapak ibu-ibu para hadirin sekalian, perkenankanlah dalam sarasehan ini Paguyuban Kulowarga Kapribaden Pusat Surakarta menyampaikan paparan dengan Judul MARTABAT/MANEMBAH.

Di dalam Paguyuban Kulowarga Kapribaden setiap individu penghayat di wajibkan untuk MARTABAT/MANEMBAH.
Di dalam melaksanakan martabat/ manembah di khususkan pada malam hari pada jam 20.00 jam 24.00 dan 3 pagi.
Adapun di dalam melaksanakan MARTABAT/MANEMBAH di bagi dalam 3 patrap :
A. Patrap Manembah
B. Patrap permohonan
C. Patrap Bersyukur
1. PATRAP MANEMBAH
Patrap manembah sebagai Perwujudan eling kepada segala Kemurahan Kebesaraan, Kemaha Esaan Tuhan Pencipta Jagat seisinya.
Di dalam Manembah kita mengosongkan segala nabsu yang ada di dalam sanubari agar kita manembah bisa khusuk, Istoqomah. sehingga seakan-akan kita berhadapan dengan Tuhan Yang Maha Esa di sertai hati yang terang benderan sehingga kita betul-betul manembah kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, Maha Agung.
Kalau kita manembah atau martabat dengan khusuk dan Istiqomah kita terasa di alam yang sangat terang benderang terasa kita di awang-awang di sertai sinar putih cemerlang luas tanpa batas.Kalau kita sudah bisa merasakan seperti di atas ini berarti kita sudah bisa melakukan Patrap Manembah yang Hening,Heneng, Henung.
Kita sebagai manusia Makluk sosial semestinyalah kita wajib Manembah kepada Yang Maha Kuasa Pencipta Alam dan seisinya. Sudah semestinya kita sebagai Penghayat Kepercayaan Kepada Tuhan Yang Maha Esa selalu di tuntut Manembah setip Malam. Di dalam melaksanakan Manembah kita di tuntut, di wajibkan untuk pasrah diri secara total kepada kekuasaan Tuhan dan Ikhlas di dalam melaksanan Manembah/Martabat.
2. PATRAP PERMOHONAN
Di dalam kita patrap perhonan kita menyadari bahwa manusia itu banyak kekurangan dan banyak dosa-dosanya, oleh sebab itu kita perlu sujud mohon pertolongan dan Ampunan kepada Tuhan Yang Maha Kuasa Pencipta Alam seisinya.
Sudah semestinya kita sebagai makhluk yang lemah kita secara sadar dan ikhlas selalu tunduk sujud di hadapan Tuhan Yang Maha Kuasa, untuk selalu mohon ampunan segala dosa-dosa yang di perbuat sejak lahir sampai waktu sekarang ini.
Setelah kita memohon ampun segala kesalahan kita perlu mohon pertolongan dalam kekurangan-kekurangan yang ada di dalam kehidupan semua umat manusia untuk mohon di penuhi oleh Tuhan Yang Maha Esa. Kekurangan-kekurangan di antara Umat Manusia ini tidaklah sama, oleh karena itu kita sangat-sangat mohon pertolongan kepada Tuhan Yang Maha Esa segala kekurangan-kekurangan yang kita rasakan di dalam hidup ini di kabulkan atau di ridhoi oleh Tuhan Yang Maha Esa. Kita yakin bahwa Tuhan Yang Maha Esa itu betul-betul Maha Murah, Maha Asih kepada seluruh umatnya, maka Tuhan akan selalu mengabulkan segala permohonan kepada umatnya

3. PATRAP BERSYUKUR
Kita sebagai umat manusia yang percaya kepada Tuhan Yang Maha Esa yang bersifat Kasih dan Sayang kepada seluruh umatnya. Kita tidaklah perlu selalu resah (gresulo ) atau selalu sedih. Karena bersyukur itu merupakan keharusan bagi umat manusia yang percaya kepada Kemurahan Tuhan, Keadilan Tuhan dan Kasih Sayang Tuhan Pencipta Alam kepada umatnya.
Pada hakekatnya bersyukur itu merupakan Implementasi seorang Penghayat untuk menuju ketenangan hidup, kebahagian hidup untuk menuju Memayu Hayuning Bawono.
Umat manusia yang kufur sebagai implementasi manusia yang tidak percaya kepada Keadialan, Kemurahan, Kasih Sayang Tuhan Pencipta Alam kepada umatnya.
Menurut kami ucapan Syukur bukan hanya ucapan terima kasih, tetapi hal itu adalah ungkapan seberapa besar kwalitas sujud Manembah kita kepada Tuhan Yang Maha Esa dan harus kita yakini dengan kita memilki rasa syukur yang mendalam akan membawa kita kedalam hidup yang lebih arif dan bijaksana dan harus kita yakini bahwa dengan kita memiliki rasa Syukur akan membawa berkah dalam hidup umat Manusia.

Demikianlah uraian Kami dalam ceramah Selasa Kliwonan di dalam Bangsal Smarakata Kraton Surakarta Hadiningrat pada hari ini.
Oleh karena itu bila ada kekurangan kami mohon maaf yang sebesar-besarnya.

RAHAYU, RAHAYU, RAHAYU

Surakarta Hadiningrat, 7 Maret 2011

PENGURUS
PAGUYUBAN KULOWARGA KAPRIBADEN PUSAT SURAKARTA

(Bpk Tawar Susanto)

MEMAYU HAYUNING BAWONO

•November 6, 2009 • 1 Komentar

PAPARAN DARI PAGUYUBAN
KULOWARGA KAPRIBADEN SURAKARTA
DALAM ACARA SARASEHAN WARGA HPK KOTA SURAKARTA
PADA HARI SELASA KLIWON TANGGAL 02 NOPEMBER 2009
DI BANGSAL SMARAKATA KERATON SURAKARTA HADININGRAT

PENDAHULUAN

RAHAYU,
Yang terhormat, Bapak Ketua Kejaksaan Negeri Surakarta selaku Ketua Bakor Pakem Kota Surakarta.
Yang terhormat Pengageng sasana Wilapa Keraton Surakarta Hadiningrat Dra. Gusti Kanjeng Ratu Koes Murtiyah Wandansari, M.Pd yang kami hormati dan kami mulyakan.
Yang terhormat, Bapak-bapak dari instansi Pemda Surakarta selaku pembina Bakor Pakem Surakarta dan
Yang terhormat Para sesepuh dan Pinisepuh serta para Kadang sepuh yang kami cintai, serta para hadirin yang kami hormati.

Selamat datang, selamat malam dan rahayu.

Bapak-bapak ibu-ibu para hadirin sekalian, sebelum kami memulai pemaparan makalah ini, marilah kita selalu memanjatkan puji syukur kepada Tuhan Yang maha Esa yang telah memberikan Rahmad dan Hidayahnya sehingga pada malam hari ini kita bisa berkumpul, bertemu dalam sarasehan warga HPK Kota Surakarta di Bangsal Smarakata Keraton Surakarta Hadiningrat, Semoga Tuhan selalu memberkahiNYA, Amin.
Bapak-bapak ibu-ibu para hadirin sekalian, perkenankanlah dalam sarasehan ini Paguyuban Kulowarga Kapribaden Pusat Surakarta menyampaikan paparan dengan Judul Memayu Hayuning Bawana.

Sejarah Singkat:
Sebelum Berdirinya Paguyuban Kulowarga Kapribaden yang Lahir pada tanggal 31 Agustus 1975 di awali Pertemuan 3 saudara tua yaitu :

1. Almarhum Bp. Anggoro yang bertempat tinggal di carangan Baluwarti Komplek keraton Surakarta Hadiningrat
2. Almarhum Bp. Winata Diharja, Pensiunan Kantor Pos Surakarta yang bertempat tinggal Balekambang Manahan Surakarta
3. Bapak Sukarjo Pensiunan Pabrik Es Saripetodjo yang bertempat tinggal di Premulung – Sondakan Surakarta

Ketiga tokoh tersebut Sudah banyak di kenal masyarakat yang ingin tahu dan ikut menyecep Ilmu Nunggal Rasa yang selanjutnya menjadi sumber Ajaran daripada Paguyuban Kulowarga Kapribaden Pusat Surakarta.
Dalam Perjalanannya dari waktu kewaktu saksi hidup di dalam mengembangkan ilmu Nunggal Rasa yang di pegang ke tiga tokoh tersebut dari pesan Eyang Mangun Tiyoso sebagai Sedulur tertua di dalam kerabat persaudaraan keluarga Nunggal Rasa.
Sedangkan satu-satunya yang masih hidup, yang menerima pesan langsung dari Eyang Mangun Tiyoso dari Paron Ngawi yaitu Bpk Sukarjo yang menjadi saudara tertua dari paguyuban kulowarga kapribaden saat ini.

Uraian tentang Memayu Hayuning Bawana terbagi menjadi 3 Patrap:

1. Patrap Martabat
2. Patrap Semedi
3. Patrap Pengamalan

 Patrap Martabat

Adalah sebagai wujud Manembah kepada sang Hiyang Widi, yaitu Gusti Kang Maha Agung yang menciptakan dunia dan isinya sebagai mana telah kita rasakan bersama.
Menyikapi segala ciptaannya kita di tuntut untuk selalu Manembah kepadaNYA
Di dalam Manembah kita selalu ingat atas segala kemurahan dan kasihNYa terhadap umat Manusia.
Maka di dalam Paguyuban Kulawarga Kapribaden di haruskan untuk selalu tidak melupakan manembah dan pula di harapkan untuk selalu memohonkan ketentraman, kedamaian seluruh umat di dunia agar tercipta sebagaimana yang kita jadikan sumber untuk menuju MEMAYU HAYUNING BAWONO, Karena Paguyuban Kulowarga Kapribaden Mengedepankan untuk bertindak, berbuat dan berbicara yang bertujuan untuk menuju Budi Luhur.
Budi Luhur sebagai tujuan utama sikap hidup perilaku dan pergaulan untuk menciptakan MEMAYU HAYUNING BAWONO oleh sebab itu Paguyuban Kulowarga Kapribaden harus melaksanakan MARTABAT sebagai sarana untuk ketentraman, kedamaian dan keluhuran keluarga, sanak saudara, warga BANGSA dan NEGARA
Ini semua sesuai Pesan dari saudara tua di dalam sumpah PEMBUKAAN KUNCI GHOIB tidak boleh Pamer, Dleder, Adigang Adigung Adiguna.
Baik buruknya dalam menggulowenthah Ilmu Nunggal Rasa tergantung kepada masing-masing anggota.
Setiap kita menjalani patrap martabat selalu menggunakan kunci ghoib sebagaimana kita menjalankan hanggulowenthah ilmu nunggal rasa supaya kita tetap dalam keaadaan sadar selalu berhubungan atau kontak langsung terhadap getaran-getaran secara ghoib dengan Tuhan Maha Kuasa.

 Patrap Semedi

Adalah Sikap untuk Hanggulawenthah dalam meningkatkan Olah Rasa untuk mencapai sasaran yang semaksimal mungkin dalam SEMEDI, oleh karena itu seluruh Anggota atau sedulur Nunggal Rasa di wajibkan untuk selalu berlatih semedi agar bisa bertemu sedulur-sedulur sing lahir bareng sedino yaitu :
1. Aluamah
2. Amarah
3. Supiah
4. Mudmainah
5. Sang Guru Sejati Yo sukma sejati Yo SEJATININGSUN yang menjadi tujuan kesempunaan hidup dan mati
Untuk Mencapai tataran-tataran tingkat batinnya 4 saudara dia atas Aluamah, Amarah, Supiah, Mudmainah sebagai pengasuh dalam menggulowenthah atau ngolah rasa untuk menuju tingkat sang GURU SEJATI atau SUKMA SEJATI Yo SEJATININGSUN.
Bilamana sedulur-sedulur nunggal rasa rajin secara kontinyu semedi tiap malam akan membawa ketentraman hidupnya dan keluarga.
Karena pada hakekatnya semedi melatih berdisiplin patrap untuk mencapai kejernihan batin agar bisa melihat dengan jelas melalui mata batin.
Di dalam patrap semedi kita di tuntut secara kongkret untuk HENING, HENUNG, HENENG.
Sebelum kita patrap semedi harus membaca atau merafal KUNCI SEMEDI atau KUNCI GHOIB dalam Patrap SEMEDI atau MEDITASI

 Patrap Mengamalan
Adalah sarana untuk mencapai tataran hidup bermasyarakat berbangsa dan bernegara. Bagi seluruh warga nunggal rasa yang sudah mencapai tataran tertinggi agar bisa di pergunakan untuk menolong membantu mengentaskan mereka yang mendapat kesusahan hidup. Kegelapan hidup, dan sebagainya
Semakin mencapai tataran tinggi di tuntut secara pasti mau tidak mau harus mengamalkan apa yang di terima dari hasil ngolah batin untuk kepentingan masyarakat Bangsa dan Negara. Pada kenyataannya masyarakat sekarang masih banyak percaya kepada orang-orang yang punya kemampuan spiritual yang kuat untuk minta pertolongan.
Di dalam perikehidupan seluruh Warga Paguyuban di harapkan bisa selalu menyelesaikan masalah dan tidak boleh membuat masalah.
Sesuai dengan ajaran kita tidak boleh menyakiti orang lain, merugikan orang lain, mencelakakan orang lain dan menfitnah orang lain. Yang benar mestinya kalau ada masalah atau permasalahan atau berbeda pendapat kita harus bertemu duduk bersama semeja untuk menyelesaikan masalah atau perbedaan tersebut.
Dan jangan malah membikin masalah atau menambah masalah,Tidak mau bertemu tidak mau komunikasi bagaimana bisa menyelesaikan masalah atau permasalahan ?
Kalau ini yang terjadi berarti saudara Nunggal rasa tersebut tidak bisa menjalani atau menggulawenthah Nunggal Rasa (Rasa Sejati) pendeknya saudara tersebut tidak bisa Ngolah Rasa Sebagaimana Ilmu yang di milikinya.
Dan akhirnya tidak akan bisa untuk mejalankan sebagaimana tujuan kita yaitu MEMAYU HAYUNING BAWONO, oleh sebab itu kami mengharapkan untuk merenungkan diri, mengevaluasi diri untuk menyelesaikan permasalahnya.
Kulowarga Kapribaden Semestinya secara sadar sudah di sumpah di dalam pembukaan KUNCI GHOIB. Tidak boleh Pamer, dleder, Adigang adigung Adiguno dan tidak boleh juga merugikan orang lain, menyakiti orang lain apalagi menfitnah orang lain.
Dengan uraian tersebut di atas kita dituntut untuk mengamalkan Ilmu Nunggal Rasa ini secara arif, bijaksana dan Ikhlas tanpa pamrih apapun. Kecuali mengharapkan ijin dari TUHAN YANG MAHA KUASA.

PENUTUP

Paguyuban Kulowarga Kapribaden dalam menyikapi kehidupan bermasyakat, berbangsa dan bernegara kita selalu berdoa untuk para pemimpin Pemerintahan agar selalu di berikan petunjuk, kekuatan lahir dan batin untuk mencapai kehidupan masyarakat yang adil dan makmur berdasarkan Pancasila dan di ridhoi oleh Tuhan Yang Maha Kuasa agar segera di beri ketentraman kekuatan lahir batin kepada saudara-saudara yang tertimpa bencana alam.
Demikian ceramah kami pada malam selasa kliwon ini yang masih banyak sekali kekurangan ataupun kesalahan mohon maaf dan mohon saran yang bersifat membangun, untuk meningkatkan penghayatan diwaktu mendatang.
Sekian dan terima kasih

RAHAYU, RAHAYU, RAHAYU

Surakarta Hadiningrat, 2 Nopember 2009

KADANG SEPUH KETUA UMUM
PAGUYUBAN KULOWARGA KAPRIBADEN

Bpk Sukarjo (Bpk Tawar Susanto)

HASIL SARASEHAN PENGHAYAT KEPERCAYAAN SE KARISIDENAN SURAKARTA

•Mei 26, 2009 • Tinggalkan sebuah Komentar

HASIL DARI SARASEHAN PENGHAYAT YANG DI IKUTI SELURUH PENGHAYAT KEPERCAYAAN TERHADAP TUHAN YANG MAHA ESA

Tanggal Pelaksanaan 20 – 22 April 2009

Tim Dari Kulowarga Kapribaden yang ikut sarasehan:
1. Bapak Mulyono
2. Bapak Wagiman

Hasilnya Sebagai Berikut:

HASIL RUMUSAN SARASEHAN PENGHAYAT

Berdasarkan Pelaksanaan Sarasehan Penghayat Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang MAha Esa di Boyolali pada Tanggal 20 Sampai 22 April 2009. Kami Merumuskan Hal-hal Sebagai Berikut :
1. Pembinaan Penghayat kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha
Esa baik Tehnis maupun non-tehnis, bertujuan :
a. Tidak mengarah pada pembentukan agama baru
b. Mendukung terpeliharaanya kerukunan hidup
c. Mampu mewujudkan nilai-nilai Kepercayaan Thd Tuhan YME

2. Nilai-nilai luhur ajaran organisasi penghayat seperti halnya Budi Pekerti Luhur, Tindak Utomo, Sepi Ing Pamrih, Memayu Hayuning Bawana merupakan Ujung Tolak untuk memperkokoh Jati Diri Bangsa
3. Untuk Memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa, maka perlu :
a. Menanamkan nilai-nilai Nasional secara terus menerus
b. Mengelola, mengembangakan dan melestarikan adapt istiadat/tradisi yang berkembang di masyarakat
c. Menpotimalkan dan melestarikan nilai-nilai luhur budaya bangsa selanjutnya dari ke -3 (tiga) point ini akana terbentuk watak dan budi pekerti bangsa yang luhur
4. Untuk membentuk Pembangunan manusia seutuhnya ajaran budi pekerti di masukkan dalam kurikulum dari SD sampai Perguruan Tinggi, baik Negri Maupun Swasta.
5. Pemimpin Negeri/Swasta dari pusat sampai daerah harus benar-benar berpedoman Pancasila dan UUD 45 secara murni dan konsekwen

Tanda tangan

RITUAL Wilujengan Pambukaan nyuwun Gaib

•Februari 9, 2009 • Tinggalkan sebuah Komentar

Ugorampe kagem Wilujengan Pambukaan nyuwun Gaib(untuk Anggota baru)

Nyuwun Gaibipun Piyambak
1. Sekul Suci komplit
2. Sekul asahan komplit
3. Sekul golang komplit
4. Sekul Janganan Komplit
5. Sekul rendeng Komplit
6. Sekul Domas Lambaran dadar, tutup dados sekul punar
7. Sekul Nur cahyo, sekul punar di tumpeng diisi telor mateng di bungkus dadar cunduk kantil kuning
8. Sekul ngapuro : sekul gurih di conthong isi telur cunduk kanthil putih
9. Sekul inthuk-inthuk cunduk brambang lan lombok abang
10. Sekul robyong
11. pisang Rojo 2 (dua) tangkep
12. Ingkung jago (untuk permintaan ) apa saja
13. Sekar setaman warno 5
14. Jajan Pasar Komplit
15. Tumpeng gurih cundhuk kanthil
16. Tumpeng punar chunduk kanthil
17. Gecok bakal komplit
18. Jenang warno 5 (limo):putih,abang,kuning ,ireng,ijo (katul gulo klapa)
19. Dipasrahake dene kang wajib : disekseni dening para kadang nunggal roso lan kudu tapa (nglakoni) raga kudu resik (suci) supaya kasil kang dadi sedyane dewe-dewe.

MACAM – MACAM SESAJI

1. Sega Asahan
2. Sega Putri Domas
3. Sega Rendheng
4. Sega Nur Cahyo
5. Sega Saloka Domas (Moncar)
6. Sega Janganan
7. Sega Ngapura
8. Sega Robyong
9. Sega Golong
10. Sega Rasulan
11. Jajan Pasar
12. Jenang Abang, Putih, Ijo, Ireng, Katul
13. Gecok

Keterangan :

1. SEGA ASAHAN :sego-asahan

Sega jawa di wenehi :gereh, tempe goreng diiris di glepungi, cenggereng, krupuk, kebo siji (jerohan), di wenehi lawuhan di sudi, setiap macam2 sudi, isi : mihun,terik,sambel goring rambak,asem-asem,tahu,tempe
2. SEGA PUTRI DOMAS :

SEGO PUTRI DOMAS
Sega gurih di tumpeng di buntel endok dadaran, lawuhe janganan kacang panjang di ubengake, di tancepi kanthil kuning

3. SEGA RENDHENG
SEGO RENDHENG
Sega jawa diatasnya di beri sega liwet warna kuning, lawuhe goring-gorengan, terik tahu tempe,sambel goring cecek, timun,acar, tomat, krupuk urang

4. SEGA NUR CAHYO
sego-nur-cahyo1
Sega liwet kuning di lambari dadaran endok, ditutupi dadaran endok

5. SEGA SALOKA DOMAS ( MUNCAR)
Sego Saloka Domas (Muncar)
Sega jawa di tumpeng di ubengi gudangan cundukane brambang lombok merah endoke diiris dadi limo

6. SEGA JANGANAN
(untuk Foto : Sorry aja Lupa NGambil Gambarnya)

- Sega jawa isine janganan komplit

7. SEGA NGAPURA
SEGO NGAPURO
Sega liwet tumpeng, isine endok pitik jawa di godok, di lambari dadaran endok, di tancepi kembang kanthil kuning

8. SEGA ROBYONG
SEGO ROBYONG
Sega tumpeng jawa di tancepi terong, kacang panjang, lombok, brambang, lawuhe tempe di rajang-rajang

9. SEGA GOLONG
SEGO GOLONG
Sega dibunder cacahe 2 di dalam takir isi (9), jangan menir lawuhe asem2,acar santen, sambel goring cecek, terik tahu tempe, pecel pitik (ndas,pupu di suwiri), sambel kambit, kacang panjang di irisi

10. SEGA RASULAN
SEGO RASULAN
Sega liwet sak Waskom, dele,timun, lombok abang, uyah, ingkung, kembang setaman setakir, di tancepi kanthil putih

11. JAJAN PASAR
JAJAN PASAR
Gedang rojo setangkep dan jajanan yang terdapat di pasar antara lain : dondong, salak, jambu, blimbing, besusu, duku, tape, dll

12. JENANG ABANG, PUTIH, IRENG, KATUL, IJO
jenang-abangputihireng-ijo-katol
Tiap macam 1 takir kecil (1 lepek)

13. GECOK
gecok
Jenang abang putih, endok pithik, kluwak miri, iwak entah di santeni, kunir, gantil, mlati, kanthil, benang a 1 takir

Bagi Pembaca ingin tau makna-makna Kegitan Ritual dari Kaluarga Kapribaden bisa langsung di tanyakan kepada Bp. Tawar Susanto,dia sebagai Ketua Kulowarga Kapribaden Pusat Surakarta

Sarasehan Malem Selasa Kliwon

•Februari 12, 2008 • 5 Komentar

PAPARAN DARI PAGUYUBAN
KULOWARGO KAPRIBADEN SURAKARTA
DALAM ACARA SARASEHAN WARGA HPK KOTA SURAKARTA

PADA HARI SELASA KLIWON TANGGAL 11 FEBRUARI 2008
DI AULA KEJAKSAAN NEGERI SURAKARTA

Nuwun,
Yang terhormat, Bapak Ketua Kejaksaan Negeri Surakarta selaku Ketua Bakor Bakem Kota Surakarta.
Yang terhormat, Bapak-bapak dari instansi Pemda Surakarta selaku pembina Bakor Pakem Surakarta dan Bapak-bapak/ibu-ibu warga penghayat serta para hadirin yang kami hormati.
Selamat datang, selamat malam dan rahayu.
Bapak-bapak ibu-ibu para hadirin sekalian, sebelum kami menguraikan makalah ini, marilah kita selalu memanjatkan puji syukur kepada Tuhan Yang maha Esa yang telah memberikan Rochmad dan Hidayahnya sehingga pada malam hari ini kita bisa berkumpul, bertemu dalam sarasehan warga HPK Kota Surakarta di Aula Kejaksaan Negeri ini, Semoga Tuhan selalu memberkahinya, Amin.
Bapak-bapak ibu-ibu para hadirin sekalian, perkenankanlah dalam sarasehan ini Paguyuban Kulowargo Kapribaden Surakarta menyampaikan paparan tentang Pengenalan keberadaan Organisasi Paguyuban Kulowargo Kapribaden Surakarta dengan Uraian Sebagai Berikut :

I. Riwayat Organisasi

Ada Seorang yang bernama Eyang Mangun Tiyoso dari Paron Ngawi, beliau Orang Tuwa yang banyak di datangi oleh sanak kadang, beliau mempunyai sifat halus dan suka membimbing para kadang, yang menginginkan bimbingannya.
Beliau mendapat Ilham dari Tuhan Yang Maha Esa, yang merupakan suatu wewarah sebagai tuntunan hidup, yang dapat di kembangkan/ditularkan kepada siapa saja, untuk sanak saudara yang sekiranya membutuhkan, tetapi tidak boleh dengan rasa congkak,beber dan dleder.
Pada Tahun 1961 ada beberapa orang dari solo Antara Lain :
1. Bapak Marto Sadat (almarhum)
2. Bapak Anggoro (almarhum)
3. Bapak Winatadiharja (almarhum)
4. Bapak Sastro (almarhum)
5. Bapak Sukarjo, Premulung Jongke
Kelima sesepuh tersebut dengan niat yang kukuh minta bimbingan kepada Eyang Mangun Tiyoso Dari Desa Paron Ngawi, beliau berlima dengan tekun dan sabar sehingga dapat menguasai wewarah/tuntunan yang telah diberikan oleh Eyang Mangun Tiyoso.
Setelah beliau berlima selesai diberikan semua wewarahnya, diajak ke tengah-tengah sawah (jawanya Bulak), diberikan Paweling-paweling dari Eyang Mangun Tiyoso dan setelah selesai memberikan Paweling-Paweling, ada sebatang tangkai daun kelapa (Jawanya papah blarak) jatuh di tengah sawah dengan posisi berdiri, selanjutnya Eyang Mangun Tiyoso mendekati tangkai daun kelapa tersebut, lalu terbang musno (menghilang), kearah mana dan dimana keberadaannya sampai dengan sekarang tidak diketahui.
Selanjutnya kelima sesepuh diatas mengembangkan ajaran yang telah di terima dari eyang Mangun Tiyoso di kota Solo.
Pada tahun 1975 setelah Bapak KRMTH Soediharjo SH,MH masuk menjadi anggota perkumpulan mengikuti latihan-latihan, di bentuk dalam suatu lembaga yang di beri nama Paguyuban Kulowargo Kapribaden di lengkapi dengan Anggaran Dasar & Anggaran Rumah Tangga, Pengurus dan Logo Paguyuban.
Pada pembentukan Paguyuban ini Bapak KRMTH Soediharjo SH,MH diangkat sebagai Ketua Paguyuban.
Selama kepengurusan Bapak KRMTH Soediharjo SH, Paguyuban telah berkembang sampai Yogya, Sleman, Sragen, Semarang, Prambanan, Klaten. Oleh sebab ini Paguyuban Kulowargo Kapribaden di Solo sebagai Pusat dan yang lain di sebut cabang/perwakilan.
Paguyuban Kulowargo Kapribaden termasuk salah satu organisasi anggota Himpuna Penghayat Kepercayaan Kepada Tuhan Yang Maha Esa yang telah terdaftar di Bakor Pakem Surakarta No. Register : B.09/03.11/Dsp.5/10/2000 tanggal 28 Oktober 2000 di Kejaksaan Negeri Surakarta.

Sesepuh Paguyuban yang sampai sekarang masih sugeng :

1. Bapak Sukarjo (Premulung – Jongke) → beliau sejak dari Eyang Mangun Tiyoso.
2. Bapak Saino Bc HK (Mojosongo), beliau sekretaris kepengurusan Bapak Soediharjo SH.
3. Bapak Tawar Susanto (Kleco), beliau Pembantu Umum dalam kepengurusan.
Dengan Surutnya Pada Tahun 2006 Bapak KRMTH Soediharjo ,MH di adakan perubahan Pengurus.
4. Bapak Tawar Susanto dikukuhkan sebagai Ketua Umum sedang dua sesepuh diatas sebagai Sesepuh Paguyuban.

II. Arti kata Paguyuban dan arti lambang yang ada dalam logo Paguyuban

1. Arti kata dalam Paguyuban Kulowargo Kapribaden Pusat Surakarta.
 Paguyuban berarti perkumpulan,persatuan atau kerukunan
 Kulowargo berarti sanak kadang pengikut Paguyuban
 Kapribaden berarti sumber wewarah yang kita anut,kita olah dan kita hayati secara pribadi.
 Pusat Surakarta berarti tempat induk paguyuban berada di kota Surakarta, dan daerah-daerah dimana sudah ada warga yang menganut ilmu ini sebagai cabang atau perwakilan
Arti Lengkapnya adalah suatu paguyuban atau perkumpulan keluarga/sanak kadang yang Penghayat dan mengolah Ilmu Kapribaden

2. Arti Gambar/Lambang yang tertera dalam logo
 Bakor berwarna putih berarti wadah
Artinya : Tempat untuk menampung para warga yang menganut Kapribaden
 Bayangan Manusia Duduk berarti warga (sanak) yang mengikuti
Artinya : Penghayat Kapribaden yang harus selalu semedi/manembah/martabat kepada allah untuk kepentingan umum dan kemanusiaan.
 Obor berwarna merah berarti Pepadang
Artinya : Semedi dapat pepadang/petunjuk dalam kehidupan
 Sinar berwarna kuning emas berarti Pancaran Jiwa
Artinya : Dalam semedi/manembah/martabat harus betul-betul ning dan neng sehingga dapat memancarkan cahaya yang mewujudkan Cahaya Sejati atau Sukmo Sejati yang Sejatining Pribadi.
 Warna dan lambang mempunyai 4 warna yaitu: Hitam – Merah – Kuning – Putih yang melambangkan bahwa pribadi manusia mempunyai 4 saudara atau 4 anasir yang mempunyai arti dan watak sendiri – sendiri yaitu :

1) ALUAMAH dengan sifat warna HITAM berwatak pepenginan (nafsu) pangan.
2) AMARAH dengan sifat warna MERAH berwatak pepenginan (nafsu) kamurkan/marah.
3) SUPIAH dengan sifat warna KUNING berwatak pepenginan (nafsu) kemewahan.
4) MUTMAINAH dengan sifat warna PUTIH berwatak pepenginan (nafsu) welas asih atau tarak bronto.

III. Wewarah dari Paguyuban Kulowargo Kapribaden

Dengan telah dibentuk sebuah paguyuban dalam suatu wadah, maka dapat mempersatukan pendapat yang merasa dirinya menjadi satu Kepercayaan dan rasa, yaitu Manunggaling Raos Kapribaden.
Paguyuban Kulowargo Kapribaden terbentuk bukanlah merupakan suatu agama ataupun dibawah naungan suatu agama ataupun politik, oleh sebab itu setiap orang, baik dari agama, politik atau kepercayaan apapun boleh masuk menjadi anggota, apabila menghendakinya.
Paguyuban Kulowargo Kapribaden tidak bertujuan untuk mencari keduniaan semata, tetapi untuk mencapai kasampurnaning Pribadi (Keseimbangan lahir & batin/dunia akherat)
Wewarah/tuntunan yang diberikan bukanlah suatu ilmu yang cukup dipelajari tetapi ilmu yang harus dilaksanakan, di hayati, dilatih secara pribadi untuk dapat mencapai kesempurnaan.Yang dapat diartikan ilmu tinemune nganggo laku.
Untuk Pawitan/Syarat masuk paguyuban :
1. Harus Percaya diri pribadi.
2. Harus Percaya pada Tuhan Yang Maha Esa.
3. Harus Percaya Kepada Sukmo Sejati
Wewarah yang di berikan tidak hanya secara Kapribaden adalah untuk memcapai kasampurnaan tetapi secara umum adalah untuk dapat Hamemayu Hayuning Bawono,sehingga kita dapat hidup rukun dan ada persatuan, perdamaian, sejahtera lahir batin.
Di Negara Indonesia yang gemah ripah loh jinawi ini, hidup dalam wadah NKRI seutuhnya, hidup rukun, gotong royong, bersatu hidup sejahtera lahir batin berdasarkan Pancasila dan Undang-undang Dasar 45 dengan semboyan Crah agawe Bubrah rukun agawe sentosa.
Demikian apa yang dapat kami sajikan dalam sarasehan ini, dalam mengenali keberadaan Paguyuban Kulowargo Kapribaden Surakarta.
Selanjutnya apabila ada kekurangan ataupun kesalahan mohon maaf dan mohon saran yang bersifat membangun, untuk meningkatkan penghayatan diwaktu mendatang.
Sekian dan terima kasih
Rahayu

Surakarta, 11 Februari 2008

Ketua
Paguyuban Kulowargo Kapribaden
Surakarta

(Tawar Susanto)

BLOG TERKAIT

•Desember 29, 2007 • Tinggalkan sebuah Komentar


Anggaran Dasar Paguyuban Kulowarga Kapribaden

•November 29, 2007 • Tinggalkan sebuah Komentar

ANGGARAN DASAR

PAGUYUBAN KULOWARGA KAPRIBADEN

 
 

PASAL I

NAMA TEMPAT DAN TANGGAL BERDIRI

  1. Perkumpulan ini bernama : PAGUYUBAN KULOWARGA KAPRIBADEN.

2. Paguyuban ini berkedudukan dan berpusat di SURAKARTA, dan didirikan untuk waktu yang tidak terbatas.

PASAL II

ASAS, DASAR DAN TUJUAN

1. Paguyuban ini berdasarkan atas dasar KAPRIBADEN dan berasaskan KEKELUARGAAN.

2. Mempererat tali persaudaraan / kekeluargaan.

3. Tolong menolong antara anggota Paguyuban, dan kepada orang yang dianggap perlu.

4. Menyelesaikan persoalan-persoalan yang didasarkan atas kerukunan kekeluargaan.

5. Paguyuban ini tidak membeda-bedakan golongan, agama, kepercayaan,pangkat, derajat dan semad,serta tidak beraliran politik apapun.

6. Paguyuban ini harus taat dan tuduk pada peraturan dan politik pemerintah.

7. Paguyuban ini turut serta mengadakan usaha-usaha sosial tanpa mengharapkan balas jasa dari seseorang.

PASAL III

USAHA

Untuk mencapai tujuan ini di lakukan usaha-usaha dengan cara sebagai berikut :

  1. Mengadakan pertemuan-pertemuan.
  2. Mengadakan kunjungan-kunjungan keluarga.
  3. Menerbitkan berita-berita Paguyuban.
  4. Mengadakan usaha-usaha kerjasama dengan badan-badan lain yang bersifat sosial yang syah.

PASAL IV

KEANGGOTAAN

Yang dapat diterima menjadi anggota Paguyuban ini adalah semua orang yang telah di syahkan berdasarkansyarat-syarat penerimaan.

PASAL V

KEUANGAN

Paguyuban ini mempunyai kekayaan dan pendapatan yang berupa :

  1. Uang pangkal.
  2. Uang Iuran.
  3. Bantuan suka rela.
  4. Usaha-usaha lain yang dianggap syah.

PASAL VI

PENGURUS

Paguyuban ini di pimpin oleh pengurus yang terdiri dari anggota yang telah syah menjadi anggota warga Paguyuban, sedang susunannya akan di atur dalam Anggaran Rumah Tangga.

Di tiap-tiap kota/daerah yang telah banyak anggota, dapat di bentuk Pengurus cabang.

PASAL VII

PERTEMUAN

  1. Pertemuan anggota diadakan sekurang-kurangnya 1 (satu) tahun sekali.
  2. Pertemuan Pengurus diadakan sekurang-kurangnya 6 (enam) bulan sekali.

PASAL VIII

PERUBAHAN ANGGARAN DASAR

  1. Anggaran Dasar ini dapat dianggap syah setelah disyahkan oleh rapat Anggota/Perwakilan.
  2. Perubahan Anggaran Dasar harusp disyahkan rapat Anggota/Perwakilan.

PASAL IX

PEMBUBARAN

  1. Apa bila di pandang perlu, atau karena sesuatu hal yang mendesak dan memaksa, maka Paguyuban ini bisa di bubarkan oleh sekurang-kurangnya separo dari anggota yang syah, dengan suara sekurang-kurangnya 2/3 anggota yang hadir.
  2. Apa bila rapat pertama tidak memenuhi syarat, maka pada rapat kedua diadakan dengan tidak usah memenuhi korum,dianggap syah, dengan suara sekurang-kurangnya 2/3 anggota yang hadir.
  3. Apa bila Paguyuban ini di bubarkan secara syah, maka semua kekayaan dari Paguyuban ini harus di serahkan kepada Badan Sosial yang dipandang perlu, yang mendapatkan perlindungan hukum dari Pemerintah syah.

PASAL X

PELANGGARAN

Anggota-anggota Paguyuban Kulowarga Kapribaden bisa di pecat dari keanggotaan Paguyuban berdasarkan hal-hal sebagai berikut :

  1. Mencemarkan nama baik Paguyuban.
  2. Tidak mentaati peraturan-peraturan Paguyuban.
  3. Melakukan tindakan-tindakan yang merugikan dan yang bertentangan dengan norma-norma/peraturan-peraturan Paguyuban.

PASAL XI

PENUTUP

Segala sesuatu yang belum jelas, dan belum diatur dalam Anggaran Dasar ini, akan diatur dalam Anggaran Rumah Tangga.

Hal-hal yang belum diatur dalam Anggaran Rumah Tangga akan diatur dalam peraturan khusus.

Di tetapkan dan disyahkan oleh rapat Anggota.

Di Surakarta pada hari Minggu Paing.

Tanggal : 31 Agustus 1975

Sekretaris Ketua

SAINO Bc. HK SOEDIHARDJO SH

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.