Keterangan Lambang Paguyuban kulowarga kapribaden

KETERANGAN LAMBANG

PAGUYUBAN KULOWARGA KAPRIBADEN

PUSAT SURAKARTA

I. Dasar bentuk lambang terdiri :

1. BOKOR dengan warna putih yang berartikan : WADAH

2. BAYANGAN MANUSIA dengan warna hitam yang berartikan KAPRIBADEN

3. OBOR dengan warna merah berartikan PEPADANG

4. SINAR dengan warna kuning emas yang berartikan PANCARAN JIWA

II. MAKNA dan ARTINYA

A. DASAR WARNA :

Lambang ini mempunyai warna 4 yaitu : HITAM – MERAH – KUNING – PUTIH. Yang kesemua itu mempunyai makna bahwa didalam gua garbaning manungsa atau dalam PRIBADI MANUNGSA, mempunyai saudara 4 atau 4 anasir didalam badan yang berwarna 4 dan kesemuanya itu mempunyai nama dan watak sendiri-sendiri yaitu :

1. ALUAMAH dengan sifat warna HITAM berwatak pepenginan (nafsu) pangan.

2. AMARAH dengan sifat warna MERAH berwatak pepenginan (nafsu) kamurkan/marah.

3. SUPIAH dengan sifat warna KUNING berwatak pepenginan (nafsu) kemewahan.

4. MUTMAINAH dengan sifat warna PUTIH berwatak pepenginan (nafsu) welas asih atau tarak bronto

Oleh karena itu lambang ini hanya mempunyai sifat warna 4 saja tidak lebih dan tidak kurang, yaitu HITAM sebagai dasarnya, MERAH sebagai apinya (pepadang), KUNING sebagai Pancaran Cahaya, PUTIH bayangan sebagai KAPRIBADEN

B. BENTUK

Lambang ini berbentuk BAYANGAN MANUSIA, MEMBAWA OBOR, DUDUK DIATAS BOKOR, yang disinari dengan SINAR KUNING – KEEMASAN.

III. ARTI KESELURUHAN

PERINCIAN :

1. BOKOR adalah sebagai lambang Wadah untuk menampung para warga yang menganut KAPRIBADEN.

2. BAYANGAN MANUSIA adalah melambangkan para penganut kapribaden yang harus selalu semedi/manembah/martabat kepada allah untuk kepentingan – Umum dan Kemanusiaan.

3. SINAR KUNING melambangkan didalam semedi/manembah /martabat, harus betul-betul NING dan NENG, sehingga bisa mengeluarkan suatau Pancaran Cahaya yang mewujudkan CAHAYA SEJATI atau SUKMA SEJATI YAH SEJATINING – PRIBADI

4. OBOR melambangkan suatu sinar atau sorot yang di dalam Lambang ini berartikan PEPADANG.

KESATUAN ARTI

Para warga penganut Ilmu Kapribaden harus dengan tulus ikhlas masuk dalam satu wadah (bokor) untuk bersatu dan bersama-sama menyempurnakan Ilmu Kapribaden ini, dan meningkatkan semedi maupun martabat guna memohon kepada HYANG MAHA AGUNG agar umat di dunia ini segera mendapatkan pepadang terhindar dari perbuatan jahat dan menuju kesejahteraan seterusnya HAMEMAYU HAYUNING JAGAD

Sala, 30 Agustus 1975

KULOWARGA KAPRIBADEN

SURAKARTA

Ketua

SOEDIHARDJO S.H

~ oleh kulowargokapribaden pada November 24, 2007.

4 Tanggapan to “Keterangan Lambang Paguyuban kulowarga kapribaden”

  1. Sekedar masukan, kalau hanya NING dan NENG saja tidaklah cukup. Karena seharusnya NING, NENG, NUNG. Artinya;
    NING itu WENING, NENG itu MENENG dan NUNG itu DUNUNG.
    Mulo ben WENING, MENENGO supoyo DUNUNG. Yen ora bisa WENING, MENENGO ben DUNUNG. Mengko yen wis DUNUNG, yo ojo mung MENENG. Gaweya WENING.

  2. Memang tidak diutarakan satu demi satu disini, tetapi didalam buku pegangan paguyuban ada, Pingin Lebih jelas bisa Telpon di sekretariat

  3. saya mau bertanya masalah makna ning dalam bahasa jawa sebab pernah saya sayup -sayup mendengar (maaf jikalau inisalah sebab saya hanyalah menceritakan apa yg saya alami) pernah sehabis zikir saya mendengar ALLAH ITU ADALAH NING CAHAYA SEJATI saya tidak mengerti makna NING ITU APA….??? kalau cahaya sejati allham dulillah saya pahami maknanya..terimakasih

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: