Sarasehan Malem Selasa Kliwon

PAPARAN DARI PAGUYUBAN
KULOWARGO KAPRIBADEN SURAKARTA
DALAM ACARA SARASEHAN WARGA HPK KOTA SURAKARTA

PADA HARI SELASA KLIWON TANGGAL 11 FEBRUARI 2008
DI AULA KEJAKSAAN NEGERI SURAKARTA

Nuwun,
Yang terhormat, Bapak Ketua Kejaksaan Negeri Surakarta selaku Ketua Bakor Bakem Kota Surakarta.
Yang terhormat, Bapak-bapak dari instansi Pemda Surakarta selaku pembina Bakor Pakem Surakarta dan Bapak-bapak/ibu-ibu warga penghayat serta para hadirin yang kami hormati.
Selamat datang, selamat malam dan rahayu.
Bapak-bapak ibu-ibu para hadirin sekalian, sebelum kami menguraikan makalah ini, marilah kita selalu memanjatkan puji syukur kepada Tuhan Yang maha Esa yang telah memberikan Rochmad dan Hidayahnya sehingga pada malam hari ini kita bisa berkumpul, bertemu dalam sarasehan warga HPK Kota Surakarta di Aula Kejaksaan Negeri ini, Semoga Tuhan selalu memberkahinya, Amin.
Bapak-bapak ibu-ibu para hadirin sekalian, perkenankanlah dalam sarasehan ini Paguyuban Kulowargo Kapribaden Surakarta menyampaikan paparan tentang Pengenalan keberadaan Organisasi Paguyuban Kulowargo Kapribaden Surakarta dengan Uraian Sebagai Berikut :

I. Riwayat Organisasi

Ada Seorang yang bernama Eyang Mangun Tiyoso dari Paron Ngawi, beliau Orang Tuwa yang banyak di datangi oleh sanak kadang, beliau mempunyai sifat halus dan suka membimbing para kadang, yang menginginkan bimbingannya.
Beliau mendapat Ilham dari Tuhan Yang Maha Esa, yang merupakan suatu wewarah sebagai tuntunan hidup, yang dapat di kembangkan/ditularkan kepada siapa saja, untuk sanak saudara yang sekiranya membutuhkan, tetapi tidak boleh dengan rasa congkak,beber dan dleder.
Pada Tahun 1961 ada beberapa orang dari solo Antara Lain :
1. Bapak Marto Sadat (almarhum)
2. Bapak Anggoro (almarhum)
3. Bapak Winatadiharja (almarhum)
4. Bapak Sastro (almarhum)
5. Bapak Sukarjo, Premulung Jongke
Kelima sesepuh tersebut dengan niat yang kukuh minta bimbingan kepada Eyang Mangun Tiyoso Dari Desa Paron Ngawi, beliau berlima dengan tekun dan sabar sehingga dapat menguasai wewarah/tuntunan yang telah diberikan oleh Eyang Mangun Tiyoso.
Setelah beliau berlima selesai diberikan semua wewarahnya, diajak ke tengah-tengah sawah (jawanya Bulak), diberikan Paweling-paweling dari Eyang Mangun Tiyoso dan setelah selesai memberikan Paweling-Paweling, ada sebatang tangkai daun kelapa (Jawanya papah blarak) jatuh di tengah sawah dengan posisi berdiri, selanjutnya Eyang Mangun Tiyoso mendekati tangkai daun kelapa tersebut, lalu terbang musno (menghilang), kearah mana dan dimana keberadaannya sampai dengan sekarang tidak diketahui.
Selanjutnya kelima sesepuh diatas mengembangkan ajaran yang telah di terima dari eyang Mangun Tiyoso di kota Solo.
Pada tahun 1975 setelah Bapak KRMTH Soediharjo SH,MH masuk menjadi anggota perkumpulan mengikuti latihan-latihan, di bentuk dalam suatu lembaga yang di beri nama Paguyuban Kulowargo Kapribaden di lengkapi dengan Anggaran Dasar & Anggaran Rumah Tangga, Pengurus dan Logo Paguyuban.
Pada pembentukan Paguyuban ini Bapak KRMTH Soediharjo SH,MH diangkat sebagai Ketua Paguyuban.
Selama kepengurusan Bapak KRMTH Soediharjo SH, Paguyuban telah berkembang sampai Yogya, Sleman, Sragen, Semarang, Prambanan, Klaten. Oleh sebab ini Paguyuban Kulowargo Kapribaden di Solo sebagai Pusat dan yang lain di sebut cabang/perwakilan.
Paguyuban Kulowargo Kapribaden termasuk salah satu organisasi anggota Himpuna Penghayat Kepercayaan Kepada Tuhan Yang Maha Esa yang telah terdaftar di Bakor Pakem Surakarta No. Register : B.09/03.11/Dsp.5/10/2000 tanggal 28 Oktober 2000 di Kejaksaan Negeri Surakarta.

Sesepuh Paguyuban yang sampai sekarang masih sugeng :

1. Bapak Sukarjo (Premulung – Jongke) → beliau sejak dari Eyang Mangun Tiyoso.
2. Bapak Saino Bc HK (Mojosongo), beliau sekretaris kepengurusan Bapak Soediharjo SH.
3. Bapak Tawar Susanto (Kleco), beliau Pembantu Umum dalam kepengurusan.
Dengan Surutnya Pada Tahun 2006 Bapak KRMTH Soediharjo ,MH di adakan perubahan Pengurus.
4. Bapak Tawar Susanto dikukuhkan sebagai Ketua Umum sedang dua sesepuh diatas sebagai Sesepuh Paguyuban.

II. Arti kata Paguyuban dan arti lambang yang ada dalam logo Paguyuban

1. Arti kata dalam Paguyuban Kulowargo Kapribaden Pusat Surakarta.
 Paguyuban berarti perkumpulan,persatuan atau kerukunan
 Kulowargo berarti sanak kadang pengikut Paguyuban
 Kapribaden berarti sumber wewarah yang kita anut,kita olah dan kita hayati secara pribadi.
 Pusat Surakarta berarti tempat induk paguyuban berada di kota Surakarta, dan daerah-daerah dimana sudah ada warga yang menganut ilmu ini sebagai cabang atau perwakilan
Arti Lengkapnya adalah suatu paguyuban atau perkumpulan keluarga/sanak kadang yang Penghayat dan mengolah Ilmu Kapribaden

2. Arti Gambar/Lambang yang tertera dalam logo
 Bakor berwarna putih berarti wadah
Artinya : Tempat untuk menampung para warga yang menganut Kapribaden
 Bayangan Manusia Duduk berarti warga (sanak) yang mengikuti
Artinya : Penghayat Kapribaden yang harus selalu semedi/manembah/martabat kepada allah untuk kepentingan umum dan kemanusiaan.
 Obor berwarna merah berarti Pepadang
Artinya : Semedi dapat pepadang/petunjuk dalam kehidupan
 Sinar berwarna kuning emas berarti Pancaran Jiwa
Artinya : Dalam semedi/manembah/martabat harus betul-betul ning dan neng sehingga dapat memancarkan cahaya yang mewujudkan Cahaya Sejati atau Sukmo Sejati yang Sejatining Pribadi.
 Warna dan lambang mempunyai 4 warna yaitu: Hitam – Merah – Kuning – Putih yang melambangkan bahwa pribadi manusia mempunyai 4 saudara atau 4 anasir yang mempunyai arti dan watak sendiri – sendiri yaitu :

1) ALUAMAH dengan sifat warna HITAM berwatak pepenginan (nafsu) pangan.
2) AMARAH dengan sifat warna MERAH berwatak pepenginan (nafsu) kamurkan/marah.
3) SUPIAH dengan sifat warna KUNING berwatak pepenginan (nafsu) kemewahan.
4) MUTMAINAH dengan sifat warna PUTIH berwatak pepenginan (nafsu) welas asih atau tarak bronto.

III. Wewarah dari Paguyuban Kulowargo Kapribaden

Dengan telah dibentuk sebuah paguyuban dalam suatu wadah, maka dapat mempersatukan pendapat yang merasa dirinya menjadi satu Kepercayaan dan rasa, yaitu Manunggaling Raos Kapribaden.
Paguyuban Kulowargo Kapribaden terbentuk bukanlah merupakan suatu agama ataupun dibawah naungan suatu agama ataupun politik, oleh sebab itu setiap orang, baik dari agama, politik atau kepercayaan apapun boleh masuk menjadi anggota, apabila menghendakinya.
Paguyuban Kulowargo Kapribaden tidak bertujuan untuk mencari keduniaan semata, tetapi untuk mencapai kasampurnaning Pribadi (Keseimbangan lahir & batin/dunia akherat)
Wewarah/tuntunan yang diberikan bukanlah suatu ilmu yang cukup dipelajari tetapi ilmu yang harus dilaksanakan, di hayati, dilatih secara pribadi untuk dapat mencapai kesempurnaan.Yang dapat diartikan ilmu tinemune nganggo laku.
Untuk Pawitan/Syarat masuk paguyuban :
1. Harus Percaya diri pribadi.
2. Harus Percaya pada Tuhan Yang Maha Esa.
3. Harus Percaya Kepada Sukmo Sejati
Wewarah yang di berikan tidak hanya secara Kapribaden adalah untuk memcapai kasampurnaan tetapi secara umum adalah untuk dapat Hamemayu Hayuning Bawono,sehingga kita dapat hidup rukun dan ada persatuan, perdamaian, sejahtera lahir batin.
Di Negara Indonesia yang gemah ripah loh jinawi ini, hidup dalam wadah NKRI seutuhnya, hidup rukun, gotong royong, bersatu hidup sejahtera lahir batin berdasarkan Pancasila dan Undang-undang Dasar 45 dengan semboyan Crah agawe Bubrah rukun agawe sentosa.
Demikian apa yang dapat kami sajikan dalam sarasehan ini, dalam mengenali keberadaan Paguyuban Kulowargo Kapribaden Surakarta.
Selanjutnya apabila ada kekurangan ataupun kesalahan mohon maaf dan mohon saran yang bersifat membangun, untuk meningkatkan penghayatan diwaktu mendatang.
Sekian dan terima kasih
Rahayu

Surakarta, 11 Februari 2008

Ketua
Paguyuban Kulowargo Kapribaden
Surakarta

(Tawar Susanto)

~ oleh kulowargokapribaden pada Februari 12, 2008.

5 Tanggapan to “Sarasehan Malem Selasa Kliwon”

  1. semoga bagi pembaca

  2. Sangat salut terhadap Yayasan ini, nguri-uri budoyo Jawi, asalkan tidak lepas dari ajaran agama & dapat merapatkan silaturahmi. Salam

  3. Kulowargo kapribaden merupakan budaya spiritual dan bukan agama apapun. anggota kulowargokapribaden terdiri dari beberapa pemeluk agama. Pada Hakekatnya kulowarga Kapribaden adalah Penghayat gulowenthah Roso sejati atau rasa sejati. jadi tidak menganut ajaran diluar kapribaden yang ada didiri kita.
    Menanggapi undang2 Perkawinan tentang HPK, Bagi Paguyuban Kulowarga Kapribaden untuk semua HPK, Terserah saja, Kami mendukung atas undang2 Perkawinan tersebut, tetapi di Paguyuban Kulowarga Kapribaden tidak akan melaksanakan; menjalankan Perkawinan Versi HPK, Melainkan untuk mengadakan Perkawinan dengan AGAMA masing2.

  4. Rahayu,
    ngaturaken sungkem salam kagem para sesepuh kapribaden
    mugi kanti memayu hayuning bawana kita sedaya saget bersatu padu
    dalam wadah kejawen supados mboten lali marang jawane.
    rahayu saking Keluarga besar kapribaden PUTRO ROMO Suroboyo

  5. Rahayu.

    Kita mesti kembali pada hakekat jawa, pada jaman dahulu budaya jawa
    sangat harmonis walaupun dibarengi paham hindu, tetapi dengan munculnya kuntul putih ajaran jawa mulai rapuh hingga runtuhnya Mojopahit…. Poro kadhang kejawen monggo sami bangkit … kadhos engkang sampun dipun wedar Mbah Sabdo palon noyo genggong, yen wis wancine 500 tahun jawa bakal bangkit marang jawane…. sudah waktunya …. kita smua dah bosan dengan penjajahan ajaran asing.
    gamelan do dadi samprohan, blangkonan do dadi sorbanan, gotong royong wis podo ilang , anane mung gonthok-an. ayo bangkit bangsaku wong JOWO. MER…..deka ……

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: