MEMAYU HAYUNING BAWONO

PAPARAN DARI PAGUYUBAN
KULOWARGA KAPRIBADEN SURAKARTA
DALAM ACARA SARASEHAN WARGA HPK KOTA SURAKARTA
PADA HARI SELASA KLIWON TANGGAL 02 NOPEMBER 2009
DI BANGSAL SMARAKATA KERATON SURAKARTA HADININGRAT

PENDAHULUAN

RAHAYU,
Yang terhormat, Bapak Ketua Kejaksaan Negeri Surakarta selaku Ketua Bakor Pakem Kota Surakarta.
Yang terhormat Pengageng sasana Wilapa Keraton Surakarta Hadiningrat Dra. Gusti Kanjeng Ratu Koes Murtiyah Wandansari, M.Pd yang kami hormati dan kami mulyakan.
Yang terhormat, Bapak-bapak dari instansi Pemda Surakarta selaku pembina Bakor Pakem Surakarta dan
Yang terhormat Para sesepuh dan Pinisepuh serta para Kadang sepuh yang kami cintai, serta para hadirin yang kami hormati.

Selamat datang, selamat malam dan rahayu.

Bapak-bapak ibu-ibu para hadirin sekalian, sebelum kami memulai pemaparan makalah ini, marilah kita selalu memanjatkan puji syukur kepada Tuhan Yang maha Esa yang telah memberikan Rahmad dan Hidayahnya sehingga pada malam hari ini kita bisa berkumpul, bertemu dalam sarasehan warga HPK Kota Surakarta di Bangsal Smarakata Keraton Surakarta Hadiningrat, Semoga Tuhan selalu memberkahiNYA, Amin.
Bapak-bapak ibu-ibu para hadirin sekalian, perkenankanlah dalam sarasehan ini Paguyuban Kulowarga Kapribaden Pusat Surakarta menyampaikan paparan dengan Judul Memayu Hayuning Bawana.

Sejarah Singkat:
Sebelum Berdirinya Paguyuban Kulowarga Kapribaden yang Lahir pada tanggal 31 Agustus 1975 di awali Pertemuan 3 saudara tua yaitu :

1. Almarhum Bp. Anggoro yang bertempat tinggal di carangan Baluwarti Komplek keraton Surakarta Hadiningrat
2. Almarhum Bp. Winata Diharja, Pensiunan Kantor Pos Surakarta yang bertempat tinggal Balekambang Manahan Surakarta
3. Bapak Sukarjo Pensiunan Pabrik Es Saripetodjo yang bertempat tinggal di Premulung – Sondakan Surakarta

Ketiga tokoh tersebut Sudah banyak di kenal masyarakat yang ingin tahu dan ikut menyecep Ilmu Nunggal Rasa yang selanjutnya menjadi sumber Ajaran daripada Paguyuban Kulowarga Kapribaden Pusat Surakarta.
Dalam Perjalanannya dari waktu kewaktu saksi hidup di dalam mengembangkan ilmu Nunggal Rasa yang di pegang ke tiga tokoh tersebut dari pesan Eyang Mangun Tiyoso sebagai Sedulur tertua di dalam kerabat persaudaraan keluarga Nunggal Rasa.
Sedangkan satu-satunya yang masih hidup, yang menerima pesan langsung dari Eyang Mangun Tiyoso dari Paron Ngawi yaitu Bpk Sukarjo yang menjadi saudara tertua dari paguyuban kulowarga kapribaden saat ini.

Uraian tentang Memayu Hayuning Bawana terbagi menjadi 3 Patrap:

1. Patrap Martabat
2. Patrap Semedi
3. Patrap Pengamalan

 Patrap Martabat

Adalah sebagai wujud Manembah kepada sang Hiyang Widi, yaitu Gusti Kang Maha Agung yang menciptakan dunia dan isinya sebagai mana telah kita rasakan bersama.
Menyikapi segala ciptaannya kita di tuntut untuk selalu Manembah kepadaNYA
Di dalam Manembah kita selalu ingat atas segala kemurahan dan kasihNYa terhadap umat Manusia.
Maka di dalam Paguyuban Kulawarga Kapribaden di haruskan untuk selalu tidak melupakan manembah dan pula di harapkan untuk selalu memohonkan ketentraman, kedamaian seluruh umat di dunia agar tercipta sebagaimana yang kita jadikan sumber untuk menuju MEMAYU HAYUNING BAWONO, Karena Paguyuban Kulowarga Kapribaden Mengedepankan untuk bertindak, berbuat dan berbicara yang bertujuan untuk menuju Budi Luhur.
Budi Luhur sebagai tujuan utama sikap hidup perilaku dan pergaulan untuk menciptakan MEMAYU HAYUNING BAWONO oleh sebab itu Paguyuban Kulowarga Kapribaden harus melaksanakan MARTABAT sebagai sarana untuk ketentraman, kedamaian dan keluhuran keluarga, sanak saudara, warga BANGSA dan NEGARA
Ini semua sesuai Pesan dari saudara tua di dalam sumpah PEMBUKAAN KUNCI GHOIB tidak boleh Pamer, Dleder, Adigang Adigung Adiguna.
Baik buruknya dalam menggulowenthah Ilmu Nunggal Rasa tergantung kepada masing-masing anggota.
Setiap kita menjalani patrap martabat selalu menggunakan kunci ghoib sebagaimana kita menjalankan hanggulowenthah ilmu nunggal rasa supaya kita tetap dalam keaadaan sadar selalu berhubungan atau kontak langsung terhadap getaran-getaran secara ghoib dengan Tuhan Maha Kuasa.

 Patrap Semedi

Adalah Sikap untuk Hanggulawenthah dalam meningkatkan Olah Rasa untuk mencapai sasaran yang semaksimal mungkin dalam SEMEDI, oleh karena itu seluruh Anggota atau sedulur Nunggal Rasa di wajibkan untuk selalu berlatih semedi agar bisa bertemu sedulur-sedulur sing lahir bareng sedino yaitu :
1. Aluamah
2. Amarah
3. Supiah
4. Mudmainah
5. Sang Guru Sejati Yo sukma sejati Yo SEJATININGSUN yang menjadi tujuan kesempunaan hidup dan mati
Untuk Mencapai tataran-tataran tingkat batinnya 4 saudara dia atas Aluamah, Amarah, Supiah, Mudmainah sebagai pengasuh dalam menggulowenthah atau ngolah rasa untuk menuju tingkat sang GURU SEJATI atau SUKMA SEJATI Yo SEJATININGSUN.
Bilamana sedulur-sedulur nunggal rasa rajin secara kontinyu semedi tiap malam akan membawa ketentraman hidupnya dan keluarga.
Karena pada hakekatnya semedi melatih berdisiplin patrap untuk mencapai kejernihan batin agar bisa melihat dengan jelas melalui mata batin.
Di dalam patrap semedi kita di tuntut secara kongkret untuk HENING, HENUNG, HENENG.
Sebelum kita patrap semedi harus membaca atau merafal KUNCI SEMEDI atau KUNCI GHOIB dalam Patrap SEMEDI atau MEDITASI

 Patrap Mengamalan
Adalah sarana untuk mencapai tataran hidup bermasyarakat berbangsa dan bernegara. Bagi seluruh warga nunggal rasa yang sudah mencapai tataran tertinggi agar bisa di pergunakan untuk menolong membantu mengentaskan mereka yang mendapat kesusahan hidup. Kegelapan hidup, dan sebagainya
Semakin mencapai tataran tinggi di tuntut secara pasti mau tidak mau harus mengamalkan apa yang di terima dari hasil ngolah batin untuk kepentingan masyarakat Bangsa dan Negara. Pada kenyataannya masyarakat sekarang masih banyak percaya kepada orang-orang yang punya kemampuan spiritual yang kuat untuk minta pertolongan.
Di dalam perikehidupan seluruh Warga Paguyuban di harapkan bisa selalu menyelesaikan masalah dan tidak boleh membuat masalah.
Sesuai dengan ajaran kita tidak boleh menyakiti orang lain, merugikan orang lain, mencelakakan orang lain dan menfitnah orang lain. Yang benar mestinya kalau ada masalah atau permasalahan atau berbeda pendapat kita harus bertemu duduk bersama semeja untuk menyelesaikan masalah atau perbedaan tersebut.
Dan jangan malah membikin masalah atau menambah masalah,Tidak mau bertemu tidak mau komunikasi bagaimana bisa menyelesaikan masalah atau permasalahan ?
Kalau ini yang terjadi berarti saudara Nunggal rasa tersebut tidak bisa menjalani atau menggulawenthah Nunggal Rasa (Rasa Sejati) pendeknya saudara tersebut tidak bisa Ngolah Rasa Sebagaimana Ilmu yang di milikinya.
Dan akhirnya tidak akan bisa untuk mejalankan sebagaimana tujuan kita yaitu MEMAYU HAYUNING BAWONO, oleh sebab itu kami mengharapkan untuk merenungkan diri, mengevaluasi diri untuk menyelesaikan permasalahnya.
Kulowarga Kapribaden Semestinya secara sadar sudah di sumpah di dalam pembukaan KUNCI GHOIB. Tidak boleh Pamer, dleder, Adigang adigung Adiguno dan tidak boleh juga merugikan orang lain, menyakiti orang lain apalagi menfitnah orang lain.
Dengan uraian tersebut di atas kita dituntut untuk mengamalkan Ilmu Nunggal Rasa ini secara arif, bijaksana dan Ikhlas tanpa pamrih apapun. Kecuali mengharapkan ijin dari TUHAN YANG MAHA KUASA.

PENUTUP

Paguyuban Kulowarga Kapribaden dalam menyikapi kehidupan bermasyakat, berbangsa dan bernegara kita selalu berdoa untuk para pemimpin Pemerintahan agar selalu di berikan petunjuk, kekuatan lahir dan batin untuk mencapai kehidupan masyarakat yang adil dan makmur berdasarkan Pancasila dan di ridhoi oleh Tuhan Yang Maha Kuasa agar segera di beri ketentraman kekuatan lahir batin kepada saudara-saudara yang tertimpa bencana alam.
Demikian ceramah kami pada malam selasa kliwon ini yang masih banyak sekali kekurangan ataupun kesalahan mohon maaf dan mohon saran yang bersifat membangun, untuk meningkatkan penghayatan diwaktu mendatang.
Sekian dan terima kasih

RAHAYU, RAHAYU, RAHAYU

Surakarta Hadiningrat, 2 Nopember 2009

KADANG SEPUH KETUA UMUM
PAGUYUBAN KULOWARGA KAPRIBADEN

Bpk Sukarjo (Bpk Tawar Susanto)

~ oleh kulowargokapribaden pada November 6, 2009.

Satu Tanggapan to “MEMAYU HAYUNING BAWONO”

  1. kegem bapak sukarjo punopo kepareng nyuwun kagungan dalem nomer telepon utawi Hp. matur nuwun sakderengipun.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: